1.134 Petugas Penyelenggara Pilkada 2020 Jalani Rapid Tes

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 1.134 orang berasal dari anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan sekretariat menjalani rapid tes di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sukoharjo serta Puskesmas di 12 kecamatan. Kegiatan digelar sebagai syarat sehat bebas virus corona dalam penyelenggaraan Pilkada 2020. Rapid tes dijadwalkan dua hingga tiga kali, tahap pertama Rabu (19/08/2020) serta kedua dan ketiga menjelang coblosan 9 Desember mendatang.

Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda mengatakan, rapid tes wajib diikuti semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pilkada 2020. Mereka berasal dari KPU, PPK, PPS dan masing masing sekretariat. Rapid tes digelar sebagai syarat sehat dan bebas virus corona bagi petugas saat menyelenggarakan pemilu. Hal itu penting menyesuaikan kondisi sekarang masih pandemi virus corona.

Total ada 1.134 orang ikut dalam rapid tes yang digelar tahap pertama di Labkesda Sukoharjo dan Puskesmas di 12 kecamatan. Hasil rapid tes nanti akan diumumkan resmi oleh petugas sebagai acuan bagi penyelenggaraan Pilkada 2020.

Rincian peserta rapid tes, terdiri dari anggota KPU Sukoharjo dan sekretariat sebanyak 36 orang, PPK dan sekretariat 98 orang, serta PPS dan sekretariat sebanyak 1.002 orang. Mereka semua diwajibkan ikut serta karena sudah menjadi syarat tetap pemerintah pusat.

“Semua wajib ikut rapid tes mulai dari KPU, PPK, PPS dan masing masing sekretariatannya sebagai jaminan bebas virus corona. Sebab itu syarat penting penyelenggaraan Pilkada 2020,” ujarnya.

Pelaksanaan rapid tes terhadap 1.134 orang mulai KPU, PPK, PPS dan masing masing sekretariat dibiayai oleh pemerintah pusat melalui APBN. Bantuan rapid tes tersebut sangat bermanfaat bagi KPU Sukoharjo sebagai persiapan penyelenggaraan Pilkada 2020. Sebab kebutuhan anggaran untuk rapid tes mandiri sangat besar.

KPU Sukoharjo dalam menghadapi Pilkada 2020 nantinya akan menggelar dua kali rapid test untuk PPK dan PPS. Tahap kedua diperkirakan menjelang pelaksanaan pemungutan suara sebelum 9 Desember mendatang.

Sementara itu, anggaran penyelenggaraan Pilkada 2020 KPU Sukoharjo ditambah Rp 2,067 miliar. Penambahan diberikan Pemkab Sukoharjo menyesuaikan kebutuhan ditengah pandemi virus corona. Adanya penambahan tersebut membuat total anggaran yang dimiliki KPU Sukoharjo sebesar Rp 25,205 miliar.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, mengatakan, Pemkab Sukoharjo sebelumnya sudah menerima pengajuan anggaran kebutuhan penyelenggaraan Pilkada 2020 dari KPU Sukoharjo sebesar Rp 8 miliar lebih. Dari pengajuan tersebut akhirnya disetujui sebesar Rp 2,067 miliar.

Kepastian penambahan anggaran Pilkada 2020 KPU Sukoharjo tertuang dalam Nota Penjelasan Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2020. Adanya penambahan Rp 2,067 miliar tersebut membuat total keseluruhan anggaran Pilkada 2020 KPU Sukoharjo bertambah menjadi Rp 25,205 miliar. Sebelumnya, KPU Sukoharjo sudah menerima anggaran sebesar Rp 23,138 miliar. (Mam)

BERITA REKOMENDASI