1.806 Ahli Waris Warga Miskin Masuk Daftar Tunggu

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 1.806 orang warga miskin meninggal dunia pada periode Juni – Oktober 2018. Para ahli waris dari keluarga warga miskin tersebut masuk dalam daftar tunggu penerima pencairan dana santunan kematian yang akan dilaksanakan pada tahun 2019.

Hal itu dilakukan karena masih menunggu alokasi anggaran. 
Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo Sarmadi, Selasa (25/12) mengatakan, santunan kematian menjadi program unggulan Pemkab Sukoharjo. Dalam proses pencairannya harus memenuhi semua ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah. Salah satu dasarnya yakni berupa aturan Permendagri dimana dijelaskan calon penerima dana santunan kematian harus jelas baik nama dan alamat. 

Karena itu dalam penyalurannya harus dilakukan tahapan verifikasi terlebih dahulu. Pada tahun 2018 ini pencairan dana santunan kematian sudah diberikan kepada 1.477 orang ahli waris warga miskin periode Januari – Mei. Total dana yang dikeluarkan Pemkab Sukoharjo untuk santunan kematian tersebut sebesar Rp 4,431 miliar. Masing masing penerima mendapatkan dana sebesar Rp 3 juta. 

“Data terakhir ada 1.806 orang warga miskin meninggal dunia periode Juni – Oktober 2018. Kemungkinan jumlah akan berubah karena bulan Desember ini belum berakhir. Para ahli waris tersebut sekarang sudah masuk dalam daftar tunggu penerima santunan kematian yang akan dicairkan pada tahun 2019 mendatang,” ujarnya. 

Dinsos Sukoharjo tidak akan memaksakan diri mencairan dana santunan kematian sekarang untuk 1.806 orang ahli waris warga miskin. Sebab secara tegas sudah ada aturan dan apabila dilanggar maka bisa menyebabkan terjadinya masalah. 
“Sudah jelas ada aturan Permendagri penerima harus jelas nama dan alamatnya,” lanjutnya.

Sementara itu dana santunan kematian yang sudah dibagikan Pemkab Sukoharjo kepada ahli waris warga miskin yang meninggal dunia sejak tahun 2011 – 2018 ada sekitar Rp 69,790 miliar. Nilai tersebut secara rinci dibagikan pada tahun 2011 Rp 9 miliar, tahun 2012 Rp 3, 78 miliar, tahun 2013 Rp 10,110 miliar, tahun 2014 Rp 9.978 miliar, tahun 2015 Rp 12,93 miliar, tahun 2016 Rp 9,135 miliar, tahun 2017 Rp 8,739 miliar, dan tahun 2018 sebesar Rp 7,662 miliar. (Mam)

BERITA REKOMENDASI