1 Muharam, Warga Ngropoh Gelar Grebeg Sewu Tumpeng

ANGIN sepoi membelai dedaunan dan sinar matahari menusuk ubun-ubun saat Kabul (57) dan warga Desa Ngopoh Kecamatan Kranggan lainnya berjalan beriring mengusung nasi tumpeng menuju Lapangan Gumuk Sembung, tempat digelarnya tradisi Grebeg Sewu Tumpeng untuk menyambut 1 Muharam 1439 Hijriyah, Kamis (21/9).

Sampai di lapangan yang berjarak sekitar satu kilometer dari pemukiman. Nasi tumpeng yang diarak dari balai desa setempat itu di letakkan didepan mereka duduk. Setelah didoakan pemuka agama Kabul bersama warga lainnya pun bersantap bersama. Mereka pun bertukar lauk pauk. Terdengar canda tawa dan saling bertukar cerita. 

Kepala Desa Ngropoh Haryono mengatakan menjadi tradisi setiap menyambut 1 Muharam untuk menggelar selamatan. Biasanya mereka menggelar tumpengan sendiri-sendiri, dan dalam beberapa tahun terakhir kegiatan dilakukan satu desa di lapangan ini.

" Melalui kegiatan ini diharapkan kebersamaan di antara warga lebih terjalin dan kegiatan ini juga untuk mendukung keberadaan Desa Ngropoh sebagai desa wisata," katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung Woro Andijani menyampaikan tradisi menyambut 1 Muharam menjadi sebuah potensi wisata. Tradisi ini dilakukan di setiap desa di Temanggung. Kegiatan tradisi berbeda, ada yang wayangan, gelar tumpeng, pentas kesenian dan grebeg. "Perayaan pergantian tahun islam menjadi daya tarik berwisata. Masyarakat luar pun datang menyaksikan. Jika dikemas baik dapat meningkatkan kunjungan wisata, meskipun wisata lokal," katanya. (Osy)

 

BERITA REKOMENDASI