11 ASN Sukoharjo Ajukan Izin Cerai

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Tercatat ada sebanyak 11 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Sukoharjo mengajukan izin cerai pada tahun 2017. Pengajuan izin cerai didasari karena alasan hubungan tidak harmonis, sebagian besar sudah melalui putusan pengadilan dan sisanya masih dalam proses.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sukoharjo, Joko Triyono mengatakan, sebanyak 11 ASN itu masuk pada data 2017 untuk meminta izin cerai. Para ASN berasal dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Sukoharjo.

ASN yang paling banyak mengajukan izin cerai berasal dari Dinas Pendidikan dan Kebudayan Sukoharj yang mayoritas merupakan guru. Saat mengurus proses perceraian para ASN wajib meminta pengajuan izin cerai kepada Pemkab Sukoharjo.

“Soal alasan kenapa cerai mayoritas ASN yang mengajukan izin karena alasan hubungan rumah tangga sudah tidak harmonis atau sudah tidak ada kecocokan lagi,” ujar Joko Triyono kepada KRJOGJA.com, Senin (08/01/2017).

Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Sukoharjo begitu mendapat pengajuan izin cerai dari ASN langsung melakukan proses. Termasuk juga langkah lanjutan dengan melakukan mediasi ASN bersangkutan dengan pasangannya.

Mediasi wajib dilakukan petugas untuk mengetahui akar permasalahan sebenarnya sampai ASN mengajukan izin cerai. Selain itu juga bertujuan meminimalisir proses perceraian dan mengembalikan hubungan harmonis ASN dengan keluarganya.

Kabid Pembinaan dan Informasi Data Aparatus Wisnu Murti mengatakan, jumlah ASN yang mengajukan izin cerai tahun 2017 menurun dibanding tahun 2016. Dari data diketahui pada tahun 2017 ada 11 ASN dan tahun 2016 sebanyak 13 ASN.

“Semua harus melalui mekanisme yakni dengan pengajuan izin resmi cerai ke Pemkab Sukoharjo. Saat pengajuan para ASN juga tidak langsung bisa mendapatkam izin karena harus diproses dulu seperti tahapan mediasi,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI