126 Desa Siap Gelar Pilkades

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 126 desa akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Tahun 2018 Desember mendatang. Satu desa diantarannya yakni Desa Gedangan, Kecamatan Grogol kemungkinan bisa menggelar Pilkades sendiri tanpa mengikuti proses serentak. Namun jadi tidaknya masih menunggu kepastiannya mengingat ada kendala dalam pelaksanaanya.

Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Setyo Aji Nugroho mengatakan, total ada 126 desa yang masuk agenda penyelenggaraan Pilkades serentak Tahun 2018. Dari data tersebut ada 125 kepala desa (Kades) aktif masih bertugas atau menjabat sekarang dan berakhir Desember mendatang. Sedangkan satu desa yakni Desa Gedangan, Kecamatan Grogol diisi oleh Penjabat (Pj) karena Kades lama telah pensiun.

Desa Gedangan, Kecamatan Grogol seharusnya sudah menyelenggarakan Pilkades pada Tahun 2016 lalu. Namun karena ada kendala menyebabkan tertunda sampai sekarang. Direncananya Pilkades Desa Gedangan, Kecamatan Grogol masuk dalam agenda di 2018. Meski begitu pelaksanaanya masih menunggu kepastian dan penyelesaian masalah sebelumnya.

Apabila jadi maka Pilkades Desa Gedangan, Kecamatan Grogol bisa diselenggarakan sendiri. Artinya tidak bersamaan dengan 125 desa lainnya. Untuk 125 desa lainnya sesuai ketentuan maka enam bulan sebelum habis masa jabatan kades maka BPD harus melaporkan pada Pemkab Sukoharjo.

Selanjutnya akan dilakukan persiapan penyelenggaraan Pilkades serentak, salah satunya yakni dengan pembentukan panitia pemilihan ditingkat desa. "Soal penyelenggaraan Pilkades serentak di 126 desa sudah masuk perencanaan dan persiapan. Namun mengenai pelaksanaan sendiri kami masih menunggu kejelasan dan petunjuk dari pimpinan," ujar Setyo Aji Nugroho di kantornya, Rabu (28/02/2018).

Jumlah desa di masing masing kecamatan penyelenggara Pilkades berbeda. Paling banyak Kecamatan Nguter ada 15 desa, disusul Kecamatan Grogol 14 desa. Sedangkan kecamatan lainnya rata rata 10 – 13 desa. Paling sedikit di Kecamatan Kartasura hanya tujuh desa. "Persiapan sudah kami lakukan sekarang mulai dari administrasi, teknis dan pengamanan," lanjutnya.

Persiapan administrasi dan teknis yang dimaksud yakni berkaitan dengan adanya perubahan aturan Pilkades dan jabatan Kades. Salah satunya yakni diperbolehkannya Aparatur Sipil Negara (ASN) boleh mendaftar dan mengikuti Pilkades. Bahkan apabila ASN terpilih sebagai Kades maka diperbolehkan tanpa harus mengundurkan diri dan kehilangan hak dan jabatannya sebagaj ASN. (Mam)

BERITA REKOMENDASI