18 PGOT Kena Razia Satpol PP Sukoharjo

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 18 orang dewasa dan tiga anak anak pengemis, gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) ditangkap petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo. Penangkapan dilakukan dalam razia penertiban di wilayah Kecamatan Gatak dan Kartasura. Para PGOT diberikan pembinaan kemudian dilepaskan kembali dengan meminta tidak mengulangi perbuatannya lagi berkeliaran di jalan.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, Jumat (15/9/2017) mengatakan, razia penertiban dilakukan di perempatan Klewer, Kecamatan Gatak dan di wilayah Ngasem, Kecamatan Kartasura. Razia juga dilakukan di perempatan Kartasura, pertigaan kampus UMS Pabelan, Kartasura. Petugas melakukan penyisiran dikedua wilayah tersebut karena muncul keluhan dari masyarakat.

Dilokasi tersebut dikeluhkan banyak PGOT untuk mengemis meminta uang kepada pengguna jalan. Beberapa PGOT bahkan kedapatan meminta uang dengan cara paksa. Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat.

PGOT yang ditangkap petugas Satpol PP Sukoharjo rinciannya yakni anak punk sebanyak 6 orang, pengamen 5 orang, pengemis 7 orang. Petugas dalam razia tersebut juga mengamankan tiga orang anak yang diajak untuk mengemis di jalan.

“Dalam razia kami juga mengamankan tiga anak anak dengan usia dibawah 3 tahun. Anak anak ini diajak orang dewasa dari 18 PGOT untuk mengemis,” ujar Heru Indarjo.

Setelah ditangkap dalam razia para PGOT tersebut kemudian dibawa ke kantor Satpol PP Sukoharjo. Mereka diberikan pembinaan oleh petugas untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.

“Kami data indentitas para PGOT tersebut untuk pendataan Satpol PP. Mereka kami minta untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi,” lanjutnya.

Dalam razia tersebut Satpol PP Sukoharjo menyoroti dilibatkannya anak anak untuk mengemis di jalan. PGOT yang melibatkan anak anak tersebut mendapatkan peringatan keras. Heru menegaskan, anak anak mendapatkan perlindungan khusus karena sudah ada aturannya. Anak anak harus mendapatkan hak untuk dilindungi termasuk sekolah.

Kepala Seksi (Kasi) Operasi dan Pengendalian Satpol PP Sukoharjo Karyono mengatakan, razia penertiban PGOT akan terus dilakukan dengan menyisir di wilayah lain. Setelah Kecamatan Gatak dan Kartasura kegiatan serupa diagendakan di kecamatan lainnya.

“Sasaran razia dilakukan di perbatasan karena Kecamatan Gatak dan Kartasura berbatasan dengan Kabupaten Klaten dan Boyolali. Disana minim pemantauan dan ternyata muncul banyak PGOT dan dikeluhkan masyarakat,” ujarnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI