192 Pejabat Pemkab Sukoharjo Dimutasi

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 192 pejabat di Pemkab Sukoharjo terkena mutasi. Prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan digelar di pendapa Graha Satya Praja (GSP) Pemkab Sukoharjo. Kegiatan dipimpin langsung Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya. Bupati menjamin proses mutasi tidak ada jual beli jabatan sekaligus menepis isu yang beredar diluar.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya Jumat (30/8) mengatakan, total ada 192 pejabat Pemkab Sukoharjo terkena mutasi berasal dari berbagai eselon IV hingga II. Rinciannya, sebanyak 59 pejabat eselon IV, 19 pejabat eselon III dan empat pejabat eselon II. Semua pejabat telah mengikuti kegiatan pengambilan sumpah dan pelantikan. Selanjutnya para pejabat tersebut diminta untuk segera beradaptasi ditempat baru dan melakukan pekerjaan pelayanan pada masyarakat. "Sejak pertama saya jadi bupati sampai hari ini saya sampaikan saat mengangkat Aparatur Sipil Negara (ASN), promosi ataupun mutasi jabatan tidak pernah memungut uang jabatan," ujarnya.

BACA JUGA :

Pengawasan Terhadap PNS Harus Terus Dilakukan

800 Ribu PNS Bakal Pindah ke Ibu Kota Baru

Secara aturan teknis promosi dan mutasi jabatan ASN di Pemkab Sukoharjo melalui sejumlah mekanisme. Seperti pertimbangan dan penetapan Bupati dan Wakil Bupati, selain itu juga masukan dan pertimbangan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pemkab Sukoharjo.

Proses panjang tersebut diketahui semua pihak dan menjadi bagian transparansi dalam pemerintahan Pemkab Sukoharjo. Bentuk ketegasan juga dilakukan kepada semua pejabat atau pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) tidak nekat berbuat curang. Apabila kedapatan maka akan diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan berlaku.

"Isu jual beli jabatan tidak benar dan proses yang dilakukan murni sesuai ketentuan berlaku. Apabila ada yang nekat melanggar aturan maka akan langsung diproses mendapatkan sanksi sesuai ketentuan," lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI