2.522 Pelaku Pelanggaran di Sukoharjo Ditindak

SUKOHARJO,KRJOGJA.com – Sebanyak 2.522 pelaku pelanggaran lalu lintas ditindak petugas Satlantas Polres Sukoharjo dalam operasi Patuh Candi 2017 Selasa hingga Senin (9-22/5). Jumlah tersebut turun dibandingkan operasi serupa tahun 2016 sebanyak 2.795 pelanggaran.

Kastalantas Polres Sukoharjo AKP Finan Sukma Radipta, Kamis (25/5/2017) mengatakan, ada penurunan sebanyak 273 pelaku pelanggaran lalu lintas dalam Operasi Patuh Candi tahun 2017 dibanding 2016 lalu. Penurunan terjadi karena adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalulintas.

Dari sebanyak 2.522 pelaku pelanggaran 1.986 diantaranya dikenai sanksi tilang. Tilang diberikan karena pelanggaran yang dilakukan masuk kategori berat seperti tidak membawa kelengkapan surat berkendara SIM dan STNK. Selain itu pelanggaran lain tidak memakai helm dan melanggar rambu lalu lintas.

Dalam Operasi Patuh Candi 2017 petugas Satlantas Polres Sukoharjo juga memberikan 536 teguran. Sanksi hanya teguran diberikan karena mereka melakukan pelanggaran ringan. “Pelaku pelanggaran kebanyakan anak sekolah dan karyawan,” ujarnya.

Hasil lainnya dalam Operasi Patuh Candi 2017 diketahui ada 22 kejadian. Rinciannya 1 korban meninggal dunia, 2 luka berat dan 21 luka ringan. “Sedangkan kerugian materi dalam operasi tahun ini ada peningkatan Rp 37.800.000. Tahun lalu hanya Rp 15.800.000 atau naik 139,2 persen,” lanjutnya.

Operasi Patuh Candi 2017 dilakukan dalam rangka menghadapi Operasi Ramadniya menjelang puasa ramadan dan lebaran. Kegiatan dilakukan untuk memberikan penindakan terhadap pelaku pelanggaran lalu lintas.

Dalam Operasi Patuh Candi 2017 Polres Sukoharjo menerjunkan sebanyak 77 orang personil. Mereka berasal dari unsur Satlantas, Intel dan Sabhara. Selain itu juga dilibatkan dari instansi lain yakni Kodim 0726 Sukoharjo dan Dinas Perhubungan Sukoharjo.

Petugas gabungan dalam menjalankan Operasi Patuh Candi 2017 condong melakukan tindakan represif atau penindakan terhadap pelaku pelanggaran lalu lintas. Bentuk penindakan yakni dengan memberikan surat tilang.

“Lebih ke penindakan karena operasi ini meminta masyarakat untuk patuh terhadap peraturan lalu lintas. Apabila melanggar maka dikenai sanksi tegas tilang,” lanjutnya.(Mam)

 

BERITA REKOMENDASI