20 Kilometer Jalan Rusak di Sukoharjo Masuk Prioritas Perbaikan

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Total sepanjang 200 kilometer jalan tersebar dibeberapa kecamatan mengalami kerusakan sepanjang musim hujan ini. Sebanyak 20 kilometer di 10 ruas jalan masuk skala prioritas perbaikan. Sedangkan sisanya masih menunggu giliran menyesuaikan dengan kondisi keterbatasan anggaran.

Kasi Pemeliharaan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo, Agus Purwanto, Sabtu (06/03/2021) mengatakan, DPUPR Sukoharjo sudah melakukan pemetaan dan pendataan terhadap kondis jalan disemua wilayah di Kabupaten Sukoharjo. Jalan yang rusak tersebar dibeberapa kecamatan.

Total ada 20 kilometer di 10 ruas jalan rusak masuk skala prioritas perbaikan tahun ini. DPUPR Sukoharjo sekarang sedang melakukan persiapan pelaksanaan perbaikan tersebut. Persiapan dilakukan seperti pengecekan, pengukuran dan lainnya menyangkut teknis perbaikan.

“Salah satu penyebab kerusakan jalan karena hujan dan terkait musim hujan tidak akan jadi kendala selama perbaikan nanti,” jelasnya.

Dalam proses pemetaan dan pendataan yang dilakukan sebelumnya DPUPR Sukoharjo juga menemukan jalan rusak di wilayah perbatasan. Namun setelah dilakukan pengecekan dokumen ternyata status jalan tersebut merupakan kewenangan daerah lain dan bukan tanggungjawab Pemkab Sukoharjo.

Salah satunya yakni jalan di depan lapangan Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura atau dekat dengan tugu lilin. Kondisi jalan disana rusak parah dan jadi kewenangan Pemkot Solo melakukan perbaikan.

“Masyarakat banyak memberikan laporan jalan rusak diperbatasan namun ternyata buka tanggungjawab Pemkab Sukoharjo melainkan kewenangan daerah lain untuk memperbaiki,” lanjutnya.

Kepala DPUPR Sukoharjo Bowo Sutopo Dwi Atmojo mengatakan, Pemkab Sukoharjo pada tahun 2020 lalu sudah memiliki program perbaikan jalan Telukan-Parangjoro di wilayah Telukan, Grogol. Perbaikan akan dilakukan menggunakan sistem cor beton dan tidak lagi memakai aspal. “Anggaran yang disediakan sekitar Rp 7 miliar, namun perbaikan terpaksa ditunda karena kondisi pandemi virus corona,” katanya.

Pemkab Sukoharjo tetap melakukan pemeliharaan jalan karena ada kerusakan dengan mengaspal ulang. Pengaspalan dilakukan agar jalan bisa layak digunakan masyarakat. Namun karena curah hujan tinggi dan banyak kendaraan berukuran besar melintas maka kerusakan cepat terjadi serta semakin parah.

“DPUPR Sukoharjo sekarang melakukan penanganan sementara dulu. Kerusakan jalan diuruk menggunakan pasir dan batu agar jalan rata dan tidak berlubang digenangi air hujan. Sedangkan tahapan berikutnya perbaikan permanen dicor beton dan tidak lagi aspal. Tahapan saat ini sedang persiapan lelang dan kemungkinan butuh waktu sekitar 1,5 bulan,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI