2020, Desa dan Kelurahan Inklusi Ditarget Terbentuk

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 167 desa dan kelurahan di 12 kecamatan pada tahun 2020 ditarget sudah membentuk desa dan kelurahan inklusi. Sebab hingga pertengahan tahun 2019 baru ada tiga kecamatan yang desa dan kelurahannya sudah merealisasikan. Sedangkan secara keseluruhan baru 30 persen saja terbentuk.

Ketua Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo Edy Supriyanto, Senin (22/7) mengatakan, Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo sudah sejak lama mengajukan usulan pembentukan desa dan kelurahan inklusi secepatnya. Pengajuan tersebut mendapat respon positif dari Pemkab Sukoharjo dan langsung melakukan deklarasi pembentukan desa dan kelurahan inklusi. 

Data dari Paguyuban Sehati Sukoharjo diketahui baru ada tiga kecamatan yang semua desa dan kelurahannya membentuk desa dan kelurahan inklusi. Kecamatan tersebut yakni, Kecamatan Bendosari, Polokarto dan Tawangsari.

"Seperti di pendapa kantor Kecamatan Bendosari ini dilakukan deklarasi Kecamatan Bendosari inklusi. Semua desa dan kelurahan di Kecamatan Bendosari semua sudah membentuk desa dan kelurahan inklusi," ujarnya.

Khusus di Kecamatan Bendosari ada 13 desa dan 1 kelurahan sudah memiliki kelompok inklusi untuk menggerakan kegiatan. Kelompok tersebut bekerja berdasarkan surat keputusan (SK) kepala desa dan lurah. Dengan SK yang dimiliki maka kelompok inklusi dapat mengakses dana desa. 

"Tahun 2020 target paguyuban dan Pemkab Sukoharjo sebanyak 167 desa dan kelurahan di 12 kecamatan sudah membentuk desa dan kelurahan inklusi. Tiga kecamatan sudah selesai dan sekarang kami terus menginisasi sembilan kecamatan lainnya," lanjutnya.

Sebanyak sembilan kecamatan tersebut setelah didampingi Paguyuban Difabel Sehati menemukan sejumlah kendala. Salah satunya berkaitan dengan regulasi dan penyusunan program ditingkat desa dan kelurahan.

Edy menambahkan, berdasarkan data yang dimiliki sebanyak 100 desa dari total 150 desa di Sukoharjo belum membentuk Desa Inklusi. Artinya hingga pertengahan tahun 2019 baru 30 persen atau ada 50 Desa Inklusi.

Sejak kali dirintis sekitar tahun 2017 hingga 2019 ini baru ada 50 desa dari total 150 desa yang sudah membentuk Desa Inklusi. Meski masih terbentuk baru sekitar 30 persen namun tetap mendapat apresiasi dari Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo. Sebab 50 Desa Inklusi tersebut sudah menunjukan perhatian besar pada difabel.

Pembentukan Desa Inklusi semakin menggembirakan sebab sudah tidak dipandang sebelah mata. Desa sudah memiliki kesadaran tinggi dengan bersedia membentuk Desa Inklusi sendiri. Dalam pembentukannya juga melibatkan difabel di desa tersebut. Selain itu juga dilakukan pembentukan pengurus difabel ditingkat desa sebagai bagian dari usaha menggerakan Desa Inklusi. (Mam)

BERITA REKOMENDASI