24 Desa dan Kelurahan di Sukoharjo Rawan Banjir

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 24 desa dan kelurahan di lima kecamatan masuk zona merah rawan banjir di Sukoharjo. Kerawanan tersebut diketahui setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo selesai melakukan pendataan. Petugas diterjunkan langsung ke lapangan melihat kondisi desa dan kelurahan rawan karena letaknya dekat dengan Sungai Bengawan Solo dan sungai lainnya.

Kepala BPBD Sukoharjo Sri Maryanto, Jumat (20/12/2019) mengatakan, BPBD Sukoharjo melakukan pemetaan mengenai wilayah rawan bencana alam baik banjir, tanah longsor dan angin kencang. Petugas memetakannya dengan cara memantau langsung mendatangi desa dan kelurahan rawan bencana alam. Hasilnya diketahui ada sebanyak 24 desa dan kelurahan rawan banjir tersebar di lima kecamatan meliputi Kecamatan Grogol, Polokarto, Mojolaban, Weru dan Sukoharjo.

Sebanyak 24 wilayah rawan banjir tersebut lebih disebabkan karena faktor geografis berada didekat Sungai Bengawan Solo dan sungai lainnya. Petugas meminta pada warga yang tinggal di wilayah tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan dini.

“Banjir di Sukoharjo lebih banyak disebabkan karena faktor luapan Sungai Bengawan Solo. Sebanyak 24 desa dan kelurahan wilayah rawan banjir tersebut merupakan langganan banjir setiap tahun saat musim hujan datang,” ujarnya.

Penyebab banjir juga karena faktor luapan sungai lainnya seperti Kali Samin, Kali Langsur, Kali Siluwur dan Kali Situri. Air meluap ke rumah warga karena tingginya debit air dan tidak mampu mengalir setelah kondisi Sungai Bengawan Solo sebagai muara penuh.

Untuk membuang air tersebut maka BPBD Sukoharjo mengandalkan keberadaan pompa air yang tersebar disejumlah wilayah. Meski demikian pompanisasi dilakukan hanya bersifat mengurangi saja. Pencegahan banjir sepenuhnya menunggu kondisi air Sungai Bengawan Solo surut.

“Kesiapsiagaan sudah kami lakukan dengan melibatkan sejumlah pihak. Termasuk masyarakat mereka dilibatkan karena memiliki peran besar membantu petugas,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI