31 Anak di Sukoharjo Jadi Yatim Piatu Karena Corona-19

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pendataan anak yatim piatu karena kedua orangtuanya meninggal dunia akibat terpapar virus Corona-19 selesai. Total ada 31 anak yatim piatu berasal dari 12 kecamatan. Mereka posisi sekarang sekolah tingkat SD hingga SMA. Secara bertahap mereka akan menerima bantuan agar bisa hidup mandiri.

“Pendataan terkait anak yatim piatu karena kedua orangtuanya meninggal dunia akibat terpapar virus Corona selesai. Total ada 31 anak sekolah tingkat SD hingga SMA,” ujar Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Rabu (25/08/2021).

Pemkab Sukoharjo setelah selesai melakukan pendataan langsung bergerak memberikan perhatian pada 31 anak yatim piatu tersebut. Rencananya 31 anak yatim piatu akan dimasukan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sehingga kedepan bisa mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) maupun Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Bupati berharap setelah 31 anak yatim piatu tersebut masuk DTKS bisa mengakses setiap bantuan baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Pemkab Sukoharjo berharap pemerintah pusat menyetujui pengusulan 31 anak yatim piatu tersebut. Dengan harapan dalam jangka panjang 31 anak yatim piatu tersebut dapat hidup mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.

Bupati menambahkan, Pemkab Sukoharjo bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sukoharjo terus menyalurkan bantuan pada anak yatim piatu yang kedua orangtuanya meninggal dunia akibat terpapar virus Corona. Seperti dilakukan pada dua anak yatim piatu dari Desa Palur, Kecamatan Mojolaban dan Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kartasura.

Dua anak yatim piatu yang menerima bantuan masing-masing Angga Raka Kia Saputra dari Desa Palur Kecamatan Mojolaban dan Ageng Nugroho dari Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kartasura. Bantuan diberikan bersifat stimulan untuk pendidikan dan biaya hidup masing-masing menerima uang tunai Rp 5 juta dan paket sembako.

Pemberian bantuan dilakukan dengan melibatkan Baznas Sukoharjo karena prosesnya lebih cepat. Sebab bantuan dari Pemkab Sukoharjo harus melalui proses penganggaran terlebih dahulu sehingga membutuhkan waktu lama. (Mam)

BERITA REKOMENDASI