373 Hektar Tanaman Padi Puso Terdampak La Nina

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 470 hektar sawah ditanami padi di empat kecamatan terkena banjir selama musim hujan sekarang. Dari jumlah tersebut sebanyak 373 hektar diantaranya tanaman padi di sawah tersebut mengalami puso dan akibatnya petani menderita kerugian total Rp 820,6 juta.

Data dari Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo diketahui, di Kecamatan Weru tanaman padi terdampak banjir akibat hujan deras pada musim ini total seluas 100 hektar, rinciannya 65 hektar surut dan 35 hektar puso, di Kecamatan Bulu 180 hektar tergenang dan semuanya puso, di Kecamatan Tawangsari 66 hektar tergenang dengan rincian 32 hektar surut dan 34 hektar puso, di Kecamatan Sukoharjo 124 hektar tergenang dan semuanya puso.

Tanaman padi yang mengalami puso dampak banjir mayoritas baru ditanam petani dengan usia tanaman 20-40 hari. Kondisi tanaman baru tersebut belum memiliki ketahanan dan mudah rusak karena terendam air banjir dalam durasi waktu lama.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo yang mengetahui kejadian yang dialami petani langsung berusaha membantu. Pengajuan bantuan benih padi diajukan melalui aspirasi anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kadarwati. Total lahan yang diajukan mendapat bantuan seluas 373 hektar atau setara 9.325 kilogram benih padi.

“Bantuan benih padi tersebut sudah diserahkan kepada 1.178 orang petani tergabung dalam 19 kelompok tani,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Netty Harjianti kepada KRJOGJA.com, Sabtu (06/03/2021).

Bantuan benih padi tersebut diharapkan bisa meringankan dan membantu petani melakukan tanam padi kembali. Sebab petani sekarang sedang mengejar musim tanam mengingat stok air melimpah saat musim hujan. Disisi lain, penanaman padi juga diharapak Pemkab Sukoharjo yang mengejar peningkatan produksi beras.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan pemkab juga berupaya membantu petani sebagai perlindungan tanaman padi dari dampak banjir yang bisa menimbulkan kerugian besar. Betuknya yakni dengan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan perbaikan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Beberapa hal dapat dilakukan petani seperti pengelolaan tata air irigasi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, pemeliharaan dan pembersihan saluran irigasi, pemilihan varietas padi yang tahan genangan serta asuransi usaha tani padi,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI