44 Warga Klaten Masuk Daftar ODP COVID-19

KLATEN, KRJOGJA.com – Sebanyak 44 warga Klaten masuk daftar orang dalam pantauan (ODP) setelah mereka pulang dari luar negeri. Pantuan dilakukan Pemerintah Kabupaten Klaten sebagai antisipasi Coronavirus disease (COVID-19).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Cahyono Widodo, menyampaikan, ke-44 orang yang masuk ODP rata-rata usia matang. Mereka dipantau setelah pulang dari luar negeri sejak Januari 2020. Pantuan dilakukan ke masing-masing ODP selama 14 hari.

Tim yang melakukan pengamatan epidemiologi ke wilayah adalah dari Puskesmas dan tenaga surveilans. Seluruh hasil pengamatan dilaporkan ke Dinas Kesehatan setiap hari maksimal pukul 10:00 WIB.

“Dari 44 ODP tersebut, 12 orang sudah selesai menjalani pantauan 14 hari, hasilnya baik-baik saja (negatif korona). Kini tinggal 32 orang yang masih dalam proses pemantuan,” ujar Cahyono, Sabtu (14/3/2020).

Sementara itu, Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik terkait fenomena yang terjadi yakni wabah COVID-19. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi kunci agar terhindar dari segala penyakit.

Sebagai upaya antisipasi COVID-19, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh jajarannya. Dalam rapat koordinasi menghasilkan beberapa poin, diantaranya membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanggulangan COVID-19 dan membentuk Posko COVID-19.

Pemkab juga menunjuk tiga rumah sakit sebagai rujukan, yakni RSUP Soeradji Tirtonegoro, RSUD Bagas Waras, dan RS Islam. Mekanisme rujukan akan disosialisasikan dalam bentuk SOP oleh Dinas Kesehatan, termasuk sosialisasi mengenai ciri-ciri penularan COVID-19, ciri-ciri penderita, serta cara pencegahannya.

Pemkab juga menghindari segala kegiatan yang bersifat pengumpulan massa. Aktivitas seperti kegiatan Sambang Warga, olahraga, pentas kesenian, Car Free Day (CFD), dan lainnya ditunda. Kegiatan belajar mengajar di tingkat PAUD dan TK diliburkan selama dua pekan. Sedangkan SD masuk sampai pukul 10:00 WIB, SMP sampai pukul 11:00 WIB, SMA sampai pukul 11.45 WIB selama dua pekan.

Kegiatan keagamaan diserahkan pada penyelenggara masing-masing dengan ketentuan harus menyiapkan tempat cuci tangan. Begitu juga fasilitas umum akan dilengkapi dengan tempat cuci tangan. Penggunaan salam dengan menelangkupkan kedua telapak tangan di depan dada.

“Rumah-rumah ibadah akan diberikan informasi mengenai tata cara pembersihan lantai dan sarana prasarana oleh Dinas Kesehatan,” imbuhnya.(Lia)

BERITA REKOMENDASI