49 Desa di Klaten Terdampak Tol

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGJA.com – Sebanyak 49 desa dari 11 kecamatan di Kabupaten Klaten terdampak proyek strategis nasional (PSN) pembangunan jalan tol Solo – Yogya dengan luas lahan 3.775.217 meter persegi. Kepastian data tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 590/48 Tahun 2020 tanggal 15 September 2020 tentang Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Tol Solo – Yogyakarta di Kabupaten Klaten.

Sekretaris Daerah Kabupaten Klaten Jaka Sawaldi mengharapkan dengan SK penetapan lokasi tersebut bisa mengakomodirkan kepentingan wilayah, dampak lingkungan dan sosial termasuk responsif terhadap perkembangan lapangan. Selain menetapkan data lokasi tanah, dengan SK Gubernur ini juga menetapkan peta lokasi sebagai dasar pengadaan tanah nantinya.

“Yang terpenting kepentingan masyarakat dan pemerintah setempat diakomodir. Kita menyambut baik SK Gubernur ini, seperti pemihakan tenaga lokal dalam pembangunan fisik jalan tol. Kita berharap masyarakat tidak sebagai penonton. Termasuk lahan pertanian Klaten seperti jaminan keberlanjutan irigasi tidak terganggu, termasuk sumber-sumber mata air dan situs sejarah” harap Jaka Sawaldi.

Ia menambahkan setelah dilakukan konsultasi publik, pihak pelaksana yakni Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bisa memenuhi keinginan warga Klaten sebagaimana kesepakatan dalam komunikasi publik.

“Biar pun konsultasi publik telah dilakukan, saya berharap Dirjend Bina Marga Kementerian tetap 24 jam membuka komunikasi dengan warga Klaten. Informasi yang berkembang bisa macam-macam. Tapi ketika masyarakat butuh kepastian, tim kementerian bisa cepat memberikan jawaban. Pemkab Klaten akan siap membantu agar tidak terjadi informasi yang salah”tambahnya.

Sesuai lampiran SK Gubernur Jawa Tengah Nomor 590/48 Tahun 2020, Kecamatan Ngawen menjadi wilayah terdampak paling banyak meliputi 9 desa. Sedangkan Kecamatan Ceper menjadi wilayah terkecil terdampak yakni desa Kuncen, disusul Kecamatan Delanggu dengan desa terdampak dua wilayah yakni Sidomulyo dan Mendak. (Sit)

BERITA REKOMENDASI