50 Kasus Inkrah, Kejari Sukoharjo Musnahkan Barang Bukti

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo melakukan pemusnahan terhadap sejumlah barang bukti kasus yang sudah memiliki ketetapan hukum tetap atau inkrah. Total ada 50 kasus periode Januari-Agustus 2019 yang barang buktinya dimusnahkan. Kegiatan digelar di halaman kantor Kejari Sukoharjo dengan dihadiri pejabat terkait lainnya.

Kepala Kejari Sukoharjo Tatang Agus Valleyantono, Rabu (11/9/2019) mengatakan, Kejari Sukoharjo melakukan pemusnahan berbagai barang bukti kasus secara terbuka dengan dihadiri para pejabat terkait di Sukoharjo. Mereka seperti dari Polres, Kodim 0726, Pengadilan Negeri dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Sukoharjo.

Pemusnahan dilakukan Kejari Sukoharjo terhadap sejumlah barang bukti yang telah selesai penanganan perkara hukumnya atau inkrah. Putusan atau vonis pengadilan dijadikan dasar untuk memusnahkan barang  bukti tersebut. 

Petugas melakukan pemusnahan barang bukti dengan cara berbeda. Seperti nakoba jenis sabu sabu dimusnahkan dengan cara dimasukan dalam blander dan dicampur air, handphone dimusnahkan dengan cara dihancurkan dipukul menggunakan alat, sedangkan uang palsu dan kosmetik palsu juga dimusnahkan bersamaan dengan cara dibakar. Khusus untuk minuman keras jenis ciu dimusnahkan dengan cara dibuang.

"Barang bukti yang dimusnahkan Kejari Sukoharjo seperti narkoba jenis sabu sabu, kosmetik palsu, minuman keras jenis ciu, uang palsu, handphone dan lainnya. Total ada 50 kasus yang sudah selesai atau inkrah dan barang buktinya dimusnahkan," ujarnya.

Data dari Kejari Sukoharjo barang bukti yang dimusnahkan seperti narkoba jenis sabu sabu seberat 160 gram, 14 buah handphone, tiga buah timbangan digital, 1.166 kosmetik berbagai merek ilegal, 7.899 butir pil berbagai merek ilegal, empat botol ciu kemasan 1,5 liter, satu jeriken ciu kemasan 20 liter, serta 60 lembar uang palsu pecahan Rp 100.000.

Dalam penanganan terhadap 50 kasus tersebut Kejari Sukoharjo melibatkan sejumlah pihak terkait. Mereka seperti BPOM, BNN, Polres, Satpol PP Sukoharjo dan lainnya. Mereka membantu mulai dari awal penangkapan terhadap pelaku dan barang bukti sekaligus penyelesaian kasus hukum hingga putusan atau vonis.

"Khusus untuk Satpol PP Pemkab Sukoharjo setelah ini juga akan ada pemusnahan barang bukti lainnya dilakukan. Barang bukti itu merupakan hasil pengungkapan kasus bersama Kejari Sukoharjo," lanjutnya.

Kajari Sukoharjo menambahkan, pada pemusnahan barang bukti kali ini kasus narkoba paling menonjol khususnya sabu sabu. Kejari Sukoharjo menyoroti hal tersebut mengingat Kabupaten Sukoharjo merupakan daerah satelit di Solo Raya karena berbatasan langsung dengan Kota Solo. (Mam)

BERITA REKOMENDASI