576 Karyawan di Klaten Terkena PHK, 1.469 Dirumahkan

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGJA.com – Dampak pandemi Vovid 19, satu pabrik di Klaten berhenti beroperasional. Hingga senin (27/04/2020) jumlah karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sudah mencapai 576 orang dan jumlah karyawan dirumahkan sebanyak 1.469 orang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Klaten, Slamet Widodo mengemukakan pabrik yang tutup operasional tersebut adalah PT Wang Xin Garmindo. Pihaknya sudah menerima pemberitahuan secara resmi dari pihak manajemen pabrik yang bersangkutan.

Selain itu ada sejumlah pabrik yang juga merumahkan para karyawanya. Secara resmi sudah ada sejumlah perusahaan yang telah melaporkan, namun masih ada potensi bertambah. “Belasan sudah resmi karayawanya dirumahkan. Masih ada potensi lagi karyawan yang akan dirumahkan,” kata Slamet Widodo, Senin (27/04/2020).

Sehubungan hal itu, Disperinaker mengundang Apindo dan SPSI untuk mengetahui keadaan secara riil, dan mencari solusi. “Apindo semacam representasi dari perusahaan dan SPSI dari pihak karyawan. Kami sifatnya mediasai, karena ada karyawan yang dirumahkan namun cuma lisan sehingga, belum ada kejelasan tentang hak-hak karyawan. Sebagian ada juga yang sudah terjadi kesepaktaan,” tambah Slamet Widodo.

Data per 24 April 2020, perusahaan yang melakukan PHK terhadap karyawan sebanyak tujuh perusahaan. Antara lain dari Triton Mulya Mandiri dengan jumlah karyawan di PHK sebanyak 1 orang.

PT JJ Gloves Indonesia sebanyak 331 orang, Cv Ina Karya Jaya 23 orang, PT Paguvon Lintas Nusantara 5 orang, PT Green Gloves Indonesia 138 orang, CV Pusaka Ayu 24 orang. Perusahaan yang terpaksa merumahkan karyawanya antara lain, PT SC Enterprise 866 orang, PT Indelko 209 orang, PT Wang Xin Garmindo 164 orang, dan Hotel Tjokro Klaten 45 orang.

Terkait dengan tunjangan hari raya (THR), Slamet Widodo mengemukakan, tentunya harus memakhlumi dengan kondisi perusahaan yang sedang terkena imbas virus Covid 19. Diharapkan perusahaan tetap memberikan THR pada para karyawan. Namun demikian tentu semua juga disesuaikan kemampuan perusahaan atau atas kesepakatan anatra perusahaan dan karyawan.

Slamet Widodo juga kembali mengingatkan pada manajemen seluruh perusahaan agar tetap mematuhi protokol kesehatan dalam pencegahan persebaran virus Covid 19. Hal ini sangat penting, karena jika ada satu saja karyawan yang kena, maka imbasnya sangat signifikan, terhadap kelangsungan operasional perusahaan. (Sit)

BERITA REKOMENDASI