722 Tempat Usaha Melanggar Aturan PPKM

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 722 tempat usaha disejumlah wilayah di Kabupaten Sukoharjo melanggar aturan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Virus Corona hingga sekarang ini. Pelaku pelanggaran mendapatkan sanksi tegas penindakan dan denda. Temuan pelanggaran didapati saat tim gabungan melakukan operasi bersama.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo Heru Indarjo, Rabu (28/07/2021) mengataka berdasarkan data Satpol PP Sukoharjo hasil yang didapat selama operasi PPKM Darurat Virus Corona hingga sekarang perpanjangan PPKM Level 4 diberlakukan diketahui total ada 722 tempat usaha kedapatan melakukan pelanggaran. Satpol PP Sukoharjo langsung memberikan penindakan sesuai aturan berlaku dengan menjatuhkan sanksi tegas. Hukuman diberikan seperti menutup paksa tempat usaha yang melanggar jam operasional dan denda karena melanggar aturan PPKM.

Pelaku pelanggaran PPKM tersebut dijelaskan Heru Indarjo secara rinci yakni, mall atau pusat perbelanjaan sebanyak 4 lokasi, pertokoan 168 lokasi, PKL dan rumah makan 520 lokasi, tempat hajatan 10 lokasi, tempat olahraga 1 lokasi, kafe dan tempat hiburan 19 lokasi. Masing-masing tempat usaha tersebut telah menjalani sidang dan putusan oleh pengadilan.

“Prosesnya memang sampai ke ranah hukum. Pelaku pelanggaran yang kedapatan melanggar saat PPKM mendapat sanksi dengan diproses sidang di pengadilan,” ujarnya.

Satpol PP Sukoharjo sudah melakukan tindakan tegas terhadap pelaku pelanggar protokol kesehatan selama PPKM Level 4 virus Corona. Penindakan seperti penyitaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), kursi, meja dan kelengkapan berdagang milik PKL, penutupan tempat usaha dan lainnya. Sanksi akan ditingkatkan ke proses hukum apabila pelanggaran yang dilakukan berat.

“Sudah ada kebijakan dari pimpinan penegak hukum apabila masuk pelanggaran berat maka akan diproses hukum sebagai efek jera. Masyarakat kami ingatkan untuk mematuhi PPKM,” lanjutnya.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani, mengatakan, Pemkab Sukoharjo meminta pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo untuk tetap kosentrasi dan bekerja keras menekan angka kasus positif virus Corona. Berbagai kegiatan dilakukan seperti operasi yustisi hingga sosialisasi protokol kesehatan pada masyarakat.

“Jangan lengah dan jangan abai. Tetap patuhi protokol kesehatan. Penurunan kasus virus Corona menjadi tugas bersama baik pemerintah maupun masyarakat,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI