839 Calhaj Sukoharjo Siap Diberangkatkan

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 23 orang calon jemaah haji (calhaj) Kabupaten Sukoharjo meninggal dunia. Mereka berasal dari calhaj yang tertunda keberangkatannya tahun 2020 lalu karena pandemi virus Corona. Posisi mereka sudah resmi digantikan oleh ahli waris dan masuk dalam pemberangkatan calhaj tahun 2021. Kepastian pemberangkatan calhaj masih menunggu kebijakan resmi dari pemerintah pusat.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sukoharjo Ihsan Muhadi, Rabu (24/3) mengatakan, pada tahun 2020 lalu Kemenag Sukoharjo mencatat ada 839 calhaj siap diberangkatkan. Namun dalam perjalanannya proses pemberangkatan 839 calhaj tertunda karena pandemi virus Corona. Hal tersebut sesuai dengan kebijakan resmi pemerintah pusat pada saat itu.

Sebanyak 839 calhaj tersebut kemudian masuk dalam prioritas pemberangkatan tahun 2021. Dalam prosesnya terhitung sejak tertunda pada tahun 2020 hingga sekarang diketahui dari total 839 calhaj ada 23 calhaj meninggal dunia.

Kemenag Sukoharjo sudah menerima laporan 23 calhaj meninggal dunia dari pihak keluarga. Kemenag Sukoharjo kemudian mengambil langkah sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat tetap mengisi kuota sebanyak 839 calhaj tahun 2021 dengan memasukan ahli waris dari 23 calhaj yang meninggal dunia.

Kebijakan calhaj meninggal dunia digantikan oleh ahli waris merupakan keputusan langsung dari pemerintah pusat. Kemenag Sukoharjo tinggal menjalankan saja dan memberikan informasi kebijakan tersebut kepada pihak keluarga atau ahli waris 23 calhaj yang meninggal dunia.

“Jadi di tahun 2020 kuota ada 839 calhaj dan dari jumlah itu ada 23 calhaj meninggal dunia. Kuota tahun 2021 tetap sama 839 calhaj dan secara otomatis 23 calhaj yang meninggal dunia langsung digantikan oleh ahli warisnya untuk ikut dalam pemberangkatan. Jadi 23 calhaj yang meninggal dunia tidak kehilangan haknya karena sudah digantikan ahli warisnya,” ujarnya.

Sebanyak 839 calhaj termasuk didalamnya 23 calhaj yang meninggal dunia mereka sudah terdaftar masuk sebagai calhaj di Kemenag Sukoharjo dalam antrean sejak tahun 2012 lalu. Sebanyak 839 calhaj tersebut sesuai ketentuan seharusnya sudah diberangkatkan pada tahun 2020 lalu tapi tertunda karena pandemi virus Corona dan diprioritaskan pemberangkatannya tahun 2021 ini.

Kemenag Sukoharjo terus melakukan persiapan pemberangkatan 839 calhaj pada tahun 2021. Meski demikian kepastian pemberangkatan masih menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat. Sebab kondisi sekarang masih pandemi virus Corona.

“Pada tahun 2020 lalu Kemenag Sukoharjo sudah mempersiapkan 839 calhaj dan mereka siap diberangkatkan. Tapi karena pandemi virus Corona maka tertunda keberangkatannya. Sedangkan tahun 2021 ini kami masih menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat. Sebab kondisi sekarang juga masih pandemi virus Corona,” lanjutnya.

Terkait kepastian pemberangkatan pihak Kemenag Sukoharjo sudah memberikan informasi penjelasan kepada 839 calhaj. Para calhaj tetap diminta menjaga kondisi kesehatan sambil menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat.

“Para calhaj tetap harus menjaga kesehatan ditengah pandemi virus Corona. Protokol kesehatan tetap wajib dan terpenting juga berolahraga dan menjaga asupan gizi agar nanti siap untuk diberangkatkan,” lanjutnya.

Persiapan juga telah dilakukan 839 calhaj dengan mengurus dokumen yang diperlukan untuk pemberangkatan. Dokumen tersebut salah satunya berupa paspor. Selain itu persiapan lainnya dilakukan dengan melaksanakan tes kesehatan di masing masing puskesmas sesuai alamat tempat tinggal calhaj.

Tes kesehatan terhadap 839 calhaj nantinya akan kembali dilaksanakan saat sudah ada waktu kepastian pemberangkatan. Hal itu dilakukan menyesuaikan dengan kondisi sekarang masih pandemi virus Corona.

“Karena masih pandemi virus Corona maka calhaj harus dipastikan kondisi kesehatannya. Sebagai pencegahan penularan juga telah dilaksanakan vaksinasi virus Corona terhadap calhaj lansia. Nantinya semua calhaj juga akan mendapatkan vaksinasi virus Corona secara bertahap,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI