96 BCB Tersimpan di Rumah Arca Sukoharjo

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 96 benda cagar budaya (BCB) tersimpan di Rumah Arca Sukoharjo. Butuh perawatan dan pengamanan ekstra bagi petugas agar benda yang dilindungi tetap lestari.

Juru Pelihara Rumah Arca Sukoharjo Sadimin, Minggu (15/10/2017) mengatakan, Rumah Arca Sukoharjo berdiri sekitar tahun 1995/1996. Pembangunan dilakukan setelah banyak ditemukan BCB disejumlah wilayah di Sukoharjo. BCB tersebut usai ditemukan sulit untuk disimpan karena Sukoharjo belum memiliki tempat.

Baru setelah dibangun BCB dapat disimpan dengan aman dan dilakukan perawatan. Keberadaan Rumah Arca Sukoharjo sangat membantu. Sebab setelah bangunan berdiri banyak BCB ditemukan disejumlah wilayah di Sukoharjo. Penemunya yakni masyarakat yang mayoritas tidak secara sengaja menemukan.
Penemuan seperti berawal dari saat masyarakat melakukan penggalian tanah dan menemukan BCB. Kurangnya pengetahuan masyarakat membuat BCB hanya dibiarkan. Petugas yang mengetahui hal itu kemudian langsung melakukan perlindungan dengan menyimpan dan merawat.

“Total ada 96 BCB disimpan di Rumah Arca Sukoharjo. Semua benda ini dipastikan BCB setelah dilakukan penelitian oleh petugas peneliti,” ujar Sadimin.

Keberadaan BCB di Rumah Arca Sukoharjo tidak sekedar pajangan saja, melainkan juga dilakukan pengamanan dan perawatan ekstra oleh petugas. Hal itu penting mengingat benda tersebut masuk kategori BCB yang dilindungi pemerintah.

Penyimpanan BCB di Rumah Arca Sukoharjo disesuaikan dengan bentuk dan tempat baik di dalam maupun luar ruangan. Rinciannya di dalam ruangan sebanyak 51 BCB dan di luar 45 BCB.

“Rata rata BCB ini bentuknya berupa Lingga dan Yoni Lumpang sebagai simbol laki laki dan perempuan,” lanjutnya.

Wilayah yang paling banyak ditemukan BCB seperti di Kecamatan Gatak dan Sukoharjo Kota. Sedangkan sebaran wilayah lainnya merata di kecamatan lainnya. “Artinya minimal satu BCB pernah ditemukan di satu kecamatan di Sukoharjo,” lanjutnya.

Keberadaan BCB ini sangat penting dan dilindungi oleh pengelola Rumah Arca Sukoharjo. Sebab BCB juga dipamerkan untuk masyarakat umum. “Kebanyakan yang datang untuk melihat dan belajar BCB merupakan anak sekolah. Kalau masyarakat umum sangat minim,” lanjutnya.

Minimnya kunjungan masyarakat umum melihat BCB dikeluhkan pengelola Rumah Arca Sukoharjo. Sebab keberadaan BCB sangat penting untuk memberi edukasi dan bagian dari sejarah.

“Kami melakukan perawatan ekstra agar BCB ini jangan sampai rusak. Masyarakat juga harus datang melihat sendiri bagaimana bentuk BCB ini,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI