970 RTLH Direhab, Tahap Proses Proposal Pencairan Anggaran

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 970 unit rumah tidak layak huni (RTLH) tersebar disejumlah wilayah di Sukoharjo akan direhab tahun 2019 ini. Tahapan sekarang masih dalam proses pengumpulan proposal pencairan anggaran. Diharapkan dalam waktu tidak lama lagi dana bisa dicairkan dan rehab segera berjalan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sukoharjo Suraji, Senin (17/6/2019) mengatakan, program rehab RTLH kembali dijalankan Pemkab Sukoharjo. Pada tahun 2019 ini kuota yang diterima sebanyak 970 unit RTLH tersebar disejumlah wilayah di Sukoharjo. Masing masing penerima termasuk nilai yang diberikan sudah jelas dalam data.

Sumber anggaran untuk menjalankan program RTLH tersebut berasal dari berbagai sumber seperti pusat, provinsi dan daerah atau Corporate Social Responsibility (CSR). Masing masing sumber anggaran memiliki jumlah sasaran rehab RTLH berbeda.

Program RTLH bersumber anggaran dari DAK pusat yang diberikan untuk Sukoharjo sebanyak 170 unit di lima desa di tiga kecamatan. Penerima bantuan tersebut berada di Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura sebanyak 65 unit, Desa Kadokan, Kecamatan Grogol 55 unit, Desa Trangsan 20 unit, Desa Sanggung 15 unit, Desa Blimbing 15 unit semua berada di Kecamatan Gatak. Masing masing unit RTLH menerima bantuan sebesar Rp 17,5 juta. Rinciannya, Rp 15 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp 2,5 juta untuk biaya tukang.

Pemerintah pusat juga memberikan bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) sebanyak 200 unit semua dipusatkan di Kecamatan Weru. Penerima tersebut diberikan untuk Desa Grogol 75 unit, Desa Tawang 75 unit dan Desa Tegalsari 50 unit. Masing masing penerima bantuan menerima total dana sebesar Rp 17,5 juta.

Program rehab RTLH juga diberikan melalui anggaran yang diberikan pemerintah provinsi sebanyak 450 unit diberikan disemua desa. Total di Sukoharjo ada 150 desa dimana masing masing akan menerima bantuan sebanyak tiga unit RTLH. Masing masing rehab RTLH menerima bantuan sebesar Rp 10 juta. Rincinnya Rp 9,5 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp 500 ribu biaya operasional (BOP).

“Data masing masing penerima rehab RTLH sudah ada dan tinggal dijalankan. Sekarang dalam proses pengumpulan proposal pencairan anggaran,” ujarnya.

Rehab RTLH juga akan dijalankan di Sukoharjo melalui CSR Bank Jateng sebanyak 150 unit di lima kecamatan. Penerima bantun berada di Kecamatan Polokarto, Bendosari, Kartasura, Nguter dan Baki. Masing masing kecamatan akan menerima alokasi sebanyak 30 unit RTLH.

“CSR Bank Jateng bantuan rehab RTLH masing masing menerima Rp 10 juta per unit,” lanjutnya.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sukoharjo melihat bantuan rehab RTLH yang dijalankan tahun 2019 ini sangat banyak. Karena itu diharapkan bisa dimaksimalkan mengurangi angka RTLH di Sukoharjo. (Mam)

BERITA REKOMENDASI