Ada 407 Formasi, Baru 41 Pendaftar Calon ASN Sukoharjo

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Baru ada 41 orang pelamar sebagai calon aparatur sipil negara (ASN). Jumlah tersebut sangat sedikit dibandingkan kuota yang disediakan Pemkab Sukoharjo sebanyak 407 formasi. Pelamar diminta segera melakukan pendaftaran secara online yang ditangani pemerintah pusat maksimal 10 Oktober mendatang.

Petugas Helpdesk seleksi SPNS Pemkab Sukoharjo Rudi Yulianto, Senin (1/10/2018) mengatakan, data terakhir diketahui ada 41 orang telah mendaftarkan diri melalui website Badan Kepegawaian Negara (BKN). Selanjutnya para pelamar akan memenuhi tahapan berikutnya sampai pelaksanaan seleksi.

Jumlah pelamar calon ASN dinilai sangat sedikit dan tidak sebanding dengan lowongan yang disediakan Pemkab Sukoharjo. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan mengalami perubahan karena waktu pendaftaran masih ada kesempatan beberapa hari kedepan.

"Baru ada 41 orang pendaftar dari 407 formasi calon ASN yang disediakan. Jumlah pelamar kemungkinan masih akan bertambah menjelang penutupan," ujarnya.

Pemkab Sukoharjo terus memantau proses pendaftaran calon ASN dengan melihat website BKN. Pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan pendaftaran sekaligus karena semua kewenangan jadi tugas pemerintah pusat.

Untuk mempermudah proses pendaftaran calon ASN maka Pemkab Sukoharjo sengaja mendirikan helpdesk. Petugas akan membantu masyarakat yang akan mendaftar secara online sebagai calon abdi negara. Keberadaan helpdesk sangat membantu terbukti beberapa orang masyarakat datang meminta informasi dan bimbingan untuk mendaftarkan diri sebagai calon ASN.

Salah satu informasi yang ditanyakan yakni berkaitan dengan akreditasi dan kualifikasi pendidikan untuk mendaftar sebagai calon ASN. Selain itu juga berkaitan dengan formasi yang disediakan Pemkab Sukoharjo.

"Silahkan masyarakat yang akan mengikuti seleksi calon ASN untuk segera mendaftarkan diri secara online," lanjutnya.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Sukoharjo Joko Triyono, mengatakan, sebanyak 407 lowongan sebagai calon ASN sebelumnya sudah diinformasikan pada masyarakat. Namun dari kuota yang diberikan pemerintah pusat tersebut belum dijelaskan secara rinci mengenai formasi pegawai. Pengumuman baru dilaksanakan sekarang setelah turun keterangan resmi dari pemerintah pusat. Selanjutnya pengumuman tersebut disebarluaskan ke masyarakat melalui berbagai cara baik online maupun tertulis dengan cara ditempel di papan pengumuman resmi Pemkab Sukoharjo.

Pengumuman formasi calon ASN Pemkab Sukoharjo diunggah melalui website sscn.bkn.go.id. Masyarakat bisa mengakses situs tersebut untuk melihat informasi dan mendaftarkan diri. 

Dalam pengumuman resmi yang disampaikan Pemkab Sukoharjo dari kuota 407 lowongam sebagai calon ASN ada alokasi khusus untuk tenaga honorer kategori 2 atau K2. Selain itu hal serupa juga diberikan pada penyandang disabilitas dan kategori cumlaude.

Ketegori khusus tersebut merupakan pemberian sesuai kebijakan dari pemerintah pusat. Pemkab Sukoharjo tinggal menerima kuota dan formasi yang diberikan dalam penerimaan calon ASN.

Pemberian kategori khusus juga dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi terhadap calon peserta penerimaan ASN. Salah satunya seperti kategori pelamar lulusan terbaik berpredikat dengan pujian atau cumlaude dikhususkan untuk jenjang pendidikan S1 dari perguruan tinggi terakreditasi A.

"Alokasi dari pemerintah untuk kategori tersebut sebanyak 5 persen dari total formasi dalam penerimaan calon ASN," ujar Joko Triyono.

Masing masing kategori khusus telah mendapatkan kuota dari pemerintah. Selain kategori cumlaude, masih ada kategori pelamar calon ASN dari disabilitas sebesar 1 persen dari total kuota formasi. 

Hal serupa juga berlaku untuk pelamar khusus dari kategori tenaga honorer K2. Pelamar kategori ini harus sudah terdaftar dalam data base Badan Kepegawaian Negara. Selain itu juga memenuhi syarat perundang-undangan sebagai tenaga pendidik. Persyaratan tersebut seperti usia paling tinggi 35 tahun pada 1 Agustus 2018 dan masih aktif bekerja secara terus menerus sampai sekarang. (Mam)

BERITA REKOMENDASI