Ada PPKM, Panti Pijat Ini Malah Tetap Buka

“Kalau melanggar lagi maka tidak hanya ditutup paksa, tapi juga petugas akan mencabut izin usahanya. Sebab pencegahan penyebaran virus corona ini perlu kerja sama dan melibatkan semua pihak tidak hanya pemerintah saja tapi juga masyarakat termasuk pelaku usaha,” ujarnya.

Heru menjelaskan, sesuai dengan ketentuan Pemkab Sukoharjo seharusnya pelaku usaha panti pijat dan refleksi serta karaoke sudah menutup usahanya sejak 11 Januari lalu atau awal penerapan PPKM. Namun kenyataanya sampai sekarang pelaku usaha tersebut tetap nekat membuka usahanya. “Beberapa yang ditemukan petugas saat operasi menemukan panti pijat yang buka dalam kondisi remang-remang,” lanjutnya.

Heru menambahkan, Satpol PP Sukoharjo bersama tim gabungan menyisir semua wilayah melakukan operasi protokol kesehatan. Operasi kali ini berbeda dibanding sebelumnya karena dilakukan secara acak minimal tiga kali sehari. Sasarannya yakni pelanggaran pemakaian masker, kerumunan massa, dan aktivitas masyarakat karena sudah diterapkan pembatasan.

Hal berbeda lainnya juga dilakukan Satpol PP Sukoharjo berkaitan dengan sanksi bagi pelaku pelanggaran. Sebab hukumannya tidak hanya peringatan namun juga tindakan tegas berupa denda dan penutupan paksa tempat usaha.
Tindakan tegas dilakukan Satpol PP Sukoharjo bersama tim gabungan mengingat kondisi sekarang sudah diterapkan PPKM. Status tersebut berlaku mulai 11-25 Januari sesuai dengan instruksi pemerintah pusat. (Mam)

BERITA REKOMENDASI