Ada Pripih, Situs Ringin Larik Merupakan Bangunan Candi?

BOYOLALI (KRjogja.com) – Reruntuhan batu yang ditemukan di Dukuh Kebon Luwak, Desa Ringin Larik, Kecamatan Musuk, diduga kuat adalah bangunan candi. Selain struktur dan bentuk batuan vulkanik yang mirip bagian candi, adanya pripih atau lempeng logam memperkuat dugaan tersebut.  

Usai melakukan peninjauan ke situs temuan, Selasa (2/8/2016) arkeolog Museum Boyolali, Pratiwi Yuwono menjelaskan, dalam kebudayaan jawa, pripih adalah lempeng logam, bisa berupa kuningan atau emas, yang menjadi salah satu syarat pembangunan sebuah candi. Pripih ini berisi tulisan mantra dan biasanya disimpan dalam kotak batu bersama berbagai macam hasil bumi seperti padi dan kacang-kacangan. Saat proses pembuatan candi, peripih tersebut kemudian dipendam di bawah struktur candi.

Sayangnya, ia belum bisa melihat langsung pripih beserta kotak batu tersebut sudah dibawa warga. Namun dari gambar yang diperlihatkan wartawan, huruf timbul yang diguratkan dalam belasan pripih yang ditemukan tersebut kemungkinan adalah huruf kawi. Biasanya pripih juga banyak dicuri saat ada penemuan situs karena banyak dianggap sebagai harta karun.

“Tapi itu dugaan saja karena belum ada penelitian lebih lanjut,” katanya.

Karena belum ada penelitian, ia belum bisa menyebut dari zaman atau kebudayaan apa situs di Ringin Larik dibangun. Namun dari dugaan penggunaan huruf kawi di pripih, kemungkinan situs tersebut dibangun pada abad 10 atau 11 masehi dan sezaman dengan candi Cetho di Karanganyar atau Candi Plaosan di Klaten.

“Huruf kawi digunakan lebih muda dibanding candi Prambanan atau Borobudur,” ungkapnya.  

Karena kemungkinan besar reruntuhan tersebut adalah situs bersejarah, ia menyarankan agar ada penggalian atau ekskavasi lebih lanjut di lokasi situs. Diberitakan sebelumnya, saat penggalian untuk pembuatan embung pekan lalu, ditemukan bongkahan batu mirip bangunan candi di kedalaman dua meter dari permukaan tanah.(M-9)

BERITA REKOMENDASI