‎Penyakit Meningitis Paling Diwaspadai

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Kondisi kesehatan jamaah haji yang tiba di tanah air akan diperiksa secara seksama selama proses pemulangan untuk antisipasi berbagai penyakit yang mungkin terbawa oleh jamaah setelah melakukan ibadah haji di Arab Saudi.

Pengelola Program Kesehatan Haji Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng, Sarno Dwiantoro, Selasa (5/8/2017) menjelaskan, begitu mendarat di tanah air, para jamaah haji akan diperiksa kondisi kesehatannya untuk antisipasi kemungkinan berbagai penyakit yang mungkin terbawa oleh jamaah haji, diantaranya penyakit meningitis meningokokus, MERS-Cov, ebola atau penyakit lainnya. Menurutnya, salah satu penyakit yang paling diwaspadai adalah meningitis meningokokus. Kerawanan potensi penularan penyakit yang endemis di Afrika tersebut cukup tinggi, sebab bisa saja jamaah haji asal indonesia tertular dari jamaah asal luar negeri saat berinteraksi selama ‎pelaksaan prosesi ibadah haji. ‎

Meski dari pengalaman-pengalaman sebelumnya belum pernah ada temuan, namun pemeriksaan kesehatan diperlukan sebagai bentuk kewaspadaan. "Nanti jamaah haji akan diperiksa, termasuk pengukuran suhu badan untuk mengetahui apakah ada gejala klinis penyakit meningitis atau penyakit lainnya," terangnya.

Selain pemeriksaan secara umum, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan kepada jamaah haji dengan metode sampling, dimana sejumlah jamaah akan diperiksa secara khusus untuk pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Di sisi lain, pihaknya juga meminta kepada petugas penjemputan masing-masing daerah untuk menyiapkan tim dan fasilitas kesehatan yang standar untuk proses penjemputan. Tiap daerah harus menyediakan ambulan dengan oksigen dan perlengkapan medis lain disertai dokter atau perawat. Sehingga begitu turun dari pesawat, jamaah yang terganggu kesehatannya bisa langsung mendapatkan penanganan medis. "Nanti yang sakit saat kepulangan akan langsung dibawa ke klinik di Asrama Haji dengan ambulan atau dibawa ke rumah sakit kalau perlu dirujuk," tambahnya.

‎Terkait kondisi kesehatan jamaah selama berada di tanah suci, imbuh Sarno, salah satu penyebab utama serangan kesehatan kepada para jamaah adalah penyakit jantung dan kardiovaskuler atau infeksi saluran pernafasan, mengingat usia jamaah yang mayoritas resiko tinggi (risti) atau diatas usia 60 tahun sehingga cepat lelah.‎ Kondisi suhu yang tinggi dengan ‎kelembaban udara yang rendah membuat para jamaah harus ekstra keras untuk adaptasi cuaca selama 40 hari saat berada di tanah suci.

Berdasar informasi dari website pusat informasi Kemenag Jateng, per 4 September kemarin, jumlah jamaah haji asal Jateng – DIY yang meninggal sebanyak 35 jamaah, dimana sebanyak 34 jamaah meninggal di Arab Saudi selama sedang satu jamaah meninggal di Asrama Haji Donohudan, sesaat sebelum pemberangkatan. ‎Rencananya,rombongan pertama kepulangan jamaah haji asal Jateng-DIY Debarkasi Solo akan mendarat di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, pada Kamis (7/9/2017) besok pukul 06.10 WIB. (Gal)

 

BERITA REKOMENDASI