Akhiri Bulan Suro, Merapi Gelar Sedekah Tumpengan

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KJOGJA.com – Warga Dukuh Stabelan, salah satu dukuh yang berjarak tiga setengah kilometer dari puncak Merapi, di Desa Tlogolele Kecamatan Selo, menggelar acara adat tahunan berupa Sedekah Tumpeng dan doa bersama yang bertujuan untuk memohon keselamatan kepada Tuhan di akhir bulan Suro pada Kamis (09/09/2021) malam. Kegiatan tersebut digelar di pertigaan jalan Dukuh tersebut, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan masyarakat setempat sudah mendapatkan vaksinasi gratis dari pemerintah.

Ditemui di lokasi, Kepala Dukuh Stabelan Maryanto mengatakan, terdapat 16 macam tumpeng yang dibuat dengan nasi liwet dan ayam. Adapun jenis tumpeng yang dibuat seperti tumpeng robyong yang dibawa oleh para tokoh masyarakat dan sesepuh serta tumpeng kendit yang dibawa oleh ibu hamil.

Selanjutnya beberapa tumpeng lainnya yaitu tumpeng palawija, sego gunung, sego cagak, tumpeng uriping damar, tumpeng ambeng mas, tumpeng megono dan tumpeng seger. Masing-masing tumpeng memiliki filosofi yang berbeda. “Jadi memang tumpeng itu sebenarnya sama, tapi bentuknya cara penyajiannya dan dimaknanya juga berbeda,” ujarnya.

Maryanto menjelaskan, kegiatan tersebut ditujukan untuk memohon keselamatan dari pandemi Covid-19 dan dari erupsi Merapi yang aktivitasnya saat ini kembali meningkat.“Jadi kami juga meminta keselamatan dari Yang Kuasa disamping dari Covid-19 juga dari Merapi itu sendiri,” jelasnya.

Selain tumpeng, ada pula yang bertugas membawa obor. Filosofi obor tersebut merupakan suatu bentuk permohonan kepada Tuhan untuk meminta pencerahan.

Sementara itu, Ketua RT 4 Dukuh Stabelan Saris, mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa menggelar acara sedekah tumpeng kembali, setelah tahun lalu tidak diperbolehkan karena kondisi pandemi. “Semuanya mendukung, semuanya senang, karena intinya semua menggalang kebaikan atau keselamatan.” ungkapnya. (M-2)

BERITA REKOMENDASI