Akhirnya Mau Bantu Aborsi, Berapa ya Honor Bu Bidan Ini?

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI (KRjogja.com) – Dari hasil otopsi, Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi mengatakan organ dan fisik jasad orok bayi tersebut sudah lengkap. Saat dilahirkan, orok bayi tersebut sudah dalam keadaan meninggal. 

"Terhadap kedua pelaku kami kenakan pasal, yakni Pasal 346 KUHP bagi yang menggugurkan, dengan ancaman paling lama 4 tahun. Dan Yang membantu pengguguran dengan Pasal 348 KUHP, ancaman hukuman paling lama 5 tahun," ujarnya.

Baca Juga: Raja Tega! Bantu Aborsi, Ini Yang Dilakukan Bu Bidan

Sementara itu bidan AS mengakui, ia membantu proses aborsi dengan menggunakan sebuah obat yang menurut pengakuannya sisa dari rumah sakit. Setelah diminum, obat tersebut akan menggugurkan kandungan. Setelah gugur dan janin keluar dari rahim, ia lalu datang untuk melakukan proses persalinan. "Saya dikenalkan dengan RES oleh seorang pria bernama Bogi," 

Awalnya bidan yang sudah praktek selama 10 tahun tersebut tak mau melakukan pengguguran kandungan, namun imannya luluh setelah dipaksa-paksa dengan iming-imingi imbalan Rp4 juta. "Obat tersebut sebetulnya harus pakai resep dokter. Saya baru sekali ini melakukan," sesalnya.

Baca juga: 
Dua Siswi SD Tewas Tenggelam di Kolam Renang

Buya Syafii: Virus Pilkada DKI Jangan Menular ke Daerah Lain

Diberitakan sebelumnya, Polres Boyolali berhasil mengungkap praktek aborsi yang melibatkan seorang bidan di Kecamatan Sambi. Kasus bermula saat pada Selasa (2/1) malam kemarin, warga Dukuh Tegalsari, Desa Canden, Kecamatan Sambi, curiga ada seorang wanita yang meminjam cangkul, alasannya untuk menanam bunga. (Gal)

BERITA REKOMENDASI