Akibat Banjir, Pertanian Klaten Rugi Rp 7,3 Miliar

Editor: KRjogja/Gus

KLATEN (KRjogja.com) – Kerugian di bidang pertanian akibat banjir yang melanda beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Klaten beberapa hari lalu mencapai sekitar Rp 7,3 miliar. Sedangkan kerugian infrastruktur hingga kemarin sedang dihitung.

 

“Kerugian pertanian sekitar Rp 7,3 miliar.Sedangkan kerugian infrastruktur baru dihitung,” kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Klaten, Bambang Giyanto, Rabu (6/11).

Total kerusakan tanaman seluas 2.338 hektare dengan total jumlah kerugian Rp 7.364.700.000.     
Kerusakan meliputi areal persawahan di Kecamatan Bayat seluas 93 ha, Kecamatan Wedi seluas 404 ha, Kecamatan Gantiwarno ada 177 ha, Kecamatan Trucuk  seluas 193 ha, Kecamatan Cawas 961 ha, Karangdowo  450 ha, Prambanan 44 ha, Wonosari 1 ha, dan Kecamatan Juwiring seluas 15 ha.

Lebih lanjut Bambang Giyanto menjelaksan, banjir di beberapa titik, yakni Kecamatan Prambanan, Gantiwarno, Wedi, Bayat, Cawas, Trucuk, Karangdowo, Juwiring dan wonosari Akibat banjir tersebut selain merusak pertanian dan infrastruktur, juga menyebabkan ratusan warga sempat mengugsi. Total pengungsi sebanyak 459 jiwa. Terdiri Kecamatan Bayat, yakni desa Beluk dan dan sekitarnya 40 pengungsi . Kecamatan Wedi, Desa Brangkal dan Desa Melikan 128 pengungsi. Kecamatan Cawas, Desa Japanan  112 jiwa, Desa tlingsing 107 jiwa, Desa Bogor sebanyak 72 jiwa.

Kerusakan infrastuktur diantaranya adalah , putusnya fondasi tengah jembatan Ngandong, Gantiwarno di Sungai Dengkeng. Jebolnya tanggul avur di Ngandong, Gantiwarno, jebolnya tanggul non permanen di Desa Melikan Wedi,  amblesnya tiang jembatan kabupaten ,sungai Dengkeng di Desa Talang, Bayat. Longsornya talud  jalan kabupaten penghubung Karangasem ke kabupaten Gunungkidul sepanjang 200 meter dengan tinggi 1,5 meter. Jebolnya tanggul non permanen sungai Gamping di Desa Burikan sepanjang 20 meter dengan tinggi 2 meter,   dan Desa Karangasem sepanjang 25 meter dengan tinggi 1, 5 meter. Selain itu juga jebolnya tanggul sungai dengkeng di Japanan dengan panjang 30 meter dengan tinggi 3 meter.

Bupati Klaten Hj Sri Mulyani, sudah menandatangani Surat Keputusan Bupati Klaten nomor 361/418 tahun 2017 tentang status tanggap darurat bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung di Kabupaten Klaten. Bupati memerintahkan agar semua komponen ikut terlibat penangangan. Selain itu, juga dicairkan anggaran dana siap pakai sebesar Rp 500 juta untuk penangangan banjir kali ini. (Sit/Lia)

BERITA REKOMENDASI