Aktifitas Masyarakat Tinggi, Volume Sampah Buangan TPA Mojorejo Meningkat

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Volume sampah buangan masyarakat terhitung sejak Desember 2019 hingga Januari 2020 mengalami peningkatan hingga 10 ton per hari. Apabila biasanya hanya 130 ton per hari maka sekarang naik menjadi 140 ton per hari. Peningkatan terjadi karena bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya aktifitas masyarakat selama dua bulan tersebut. Sampah tersebut dibuang dan dikelola di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mojorejo, Bendosari untuk diolah menjadi gas metan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo Agustinus Setiyono, Selasa (7/1) mengatakan, DLH Sukoharjo mencatat volume sampah buangan masyatakat di TPA Mojorejo, Bendosari mengalami peningkatan signifikan hingga 10 ton per hari. Peningkatan terjadi terhitung sejak Desember 2019 hingga Januari 2020. Angka peningkatan volume sampah buangan masyarakat tersebut cukup tinggi dibandingkan pada hari biasa hanya pada kisaran 1 ton hingga 2 ton.

Peningkatan volume sampah buangan masyarakat sejak Desember 2019 hingga Januari 2020 terjadi karena faktor adanya perayaan Natal dan Tahun Baru. Momen tersebut membuat aktifitas masyarakat ikut meningkat dan berimbas pada volume sampah buangan.

Adanya peningkatan volume sampah buangan masyarakat membuat DLH Sukoharjo melakukan kesiapsiagaan. Hal itu dimaksudkan ada tidak terjadi penumpukan sampah dan menyebabkan lingkungan menjadi kotor. Selain itu juga mencegah munculnya tempat pembuangan sampah liar.

DLH Sukoharjo selama Desember 2019 hingga Januari 2020 memaksimalkan keberadaan petugas dan peralatan khususnya truk pengangkut sampah. Masing masing disebar disemua wilayah dengan angka volume sampah terbesar terlebih dahulu.

“Hingga awal Januari 2020 angka volume sampah buangan masyarakat masih tinggi. Sebab aktifitas masyarakat juga tinggi sehingga menghasilkan sampah. Selain itu sampah juga berasal dari buangan tempat usaha, pabrik dan lainnya,” ujarnya.

Sampah buangan masyarakat paling banyak ditemukan DLH Sukoharjo di wilayah Kecamatan Sukoharjo Kota, Grogol dan Kartasura. Penyebabnya karena padatnya jumlah penduduk serta tingginya aktifitas masyarakat setempat. Petugas bahkan harus melakukan pengangkutan ekstra di wilayah tersebut karena banyaknya tumpukan sampah.

Sumber buangan sampah juga ditemukan petugas dibeberapa lokasi wisata dan pusat keramaian masyarakat. Sampah tersebut diambil untuk kemudian diangkut sebelum dibuang ke TPA Mojorejo, Bendosari.

“Disatu sisi volume sampah buangan masyarakat meningkat dan rawan menyebabkan lingkungan kotor apabila tidak segera diangkut. Tapi disisi lain banyaknya sampah juga menguntungkan karena akan dikelola di TPA Mojorejo, Bendosari untuk diolah menjadi gas metan,” lanjutnya.

DLH Sukoharjo sejak beberapa tahun terakhir mengelola tumpukan sampah di TPA Mojorejo, Bendosari untuk diolah menjadi gas metan. Hasil pengolahan berupa gas metan tersebut kemudian dipergunakan petugas di TPA Mojorejo, Bendosari bersama dengan masyarakat sekitar secara gratis. (Mam)

BERITA REKOMENDASI