Akumulasi Positif Virus Corona Sukoharjo Melonjak

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Kasus meninggal positif virus corona di Sukoharjo tambah satu pasien seorang warga Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura berusia sekitar 50 tahun. Sedangkan total keseluruhan ada 11 kasus meninggal hingga saat ini. Penambahan juga terjadi secara keseluruhan terhadap kasus positif virus corona terakumulasi 296 kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati mengatakan, perkembangan data terakhir kasus penyebaran virus corona di Sukoharjo diketahui ada penambahan satu kasus meninggal positif virus corona. Tambahan satu kasus meninggal merupakan seorang perempuan berusia sekitar 50 tahun warga Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura. Pasien yang meninggal dunia akibat positif virus corona tersebut sudah dimakamkan sesuai protokol kesehatan.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mengetahui kasus meninggal setelah ada laporan dari petugas yang menangani kasus. Temuan diketahui setelah warga asal Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura datang ke pusat pelayanan kesehatan mengeluhkan sakit dengan gejala sesak nafas, batuk dan demam. Selanjutnya pasien dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Ir Soekarno, Sukoharjo.

Saat dalam penanganan medis tersebut pasien kemudian meninggal. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan diketahui bahwa pasien tersebut positif virus corona.

“Satu tambahan itu membuat total keseluruhan atau data terakumulasi sampai sekarang menjadi 11 kasus positif virus coron yang meninggal dunia di Sukoharjo. Sebelumnya hanya ada 10 kasus meninggal,” ujarnya, Kamis (06/08/2020).

Data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo diketahui penambahan juga terjadi pada akumulasi kasus positif virus corona di Sukoharjo menjadi 296 kasus. Jumlah tersebut mengalami lonjakan signifikan dibandingkan sebelumnya.

Rincian 296 kasus tersebut, sebanyak 44 kasus isolasi mandiri, 26 kasus rawat inap, 215 kasus sembuh dan selesai isolasi mandiri dan 11 meninggal. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo sendiri masih terus berusaha keras melakukan penanganan terhadap pasien kasus isolasi mandiri dan rawat inap.

Yunia menjelaskan dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo juga diketahui untuk kontak erat total 1.448 kasus. Rinciannya, 38 kasus baru, 592 kasus isolasi mandiri, 1.410 kasus lama dan 856 kasus selesai pemantauan.

“Total suspek ada 811 kasus, rinciannya, 53 kasus isolasi mandiri, 39 kasus rawat inap, 705 kasus selesai pemantauan, 14 kasus meninggal dan 155 kasus swab negatif,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI