Ambil Langkah Penanganan, Sukoharjo Antisipasi Virus Corona

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pemkab Sukoharjo mengambil sejumlah langkah setelah muncul kasus penyebaran virus corona. Kebijakan juga diambil berdasarkan instruksi dari pemerintah pusat. Langkah tersebut seperti menyiapkan ruang isolasi dan tim medis di RSUD Sukoharjo, pelarangan pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) atau tenaga kerja Indonesia (TKI) hingga menerjunkan tim gabungan dalam pemantauan bersama dengan sasaran stok masker dan kebutuhan pokok.

Asisten II Sekda Pemkab Sukoharjo Widodo, Jumat (6/3/2020) mengatakan, sejumlah pihak dilibatkan dalam langkah yang diambil dalam penanganan penyebaran virus corona. Mereka diantaranya baik dari internal Pemkab Sukoharjo melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) maupun instansi lain seperti Polres Sukoharjo. OPD yang terlibat seperti Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), RSUD, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Bagian Pemerintahan dan lainnya. Masing masing OPD memiliki kewenangan berbeda namun tetap satu tujuan pelayanan pada masyarakat.

Salah satu langkah yang diambil Pemkab Sukoharjo berkaitan dengan virus corona yakni pelarangan pengiriman PMI atau TKI. Larangan juga berlaku bagi warga Sukoharjo yang akan pergi ke luar negeri dengan tujuan negara terpapar virus corona. Bentuk larangan baik untuk warga Sukoharjo karena alasan menjalankan ibadah, bekerja, menempuh pendidikan maupun wisata dan lainnya.

Pemkab Sukoharjo memberlakukan larangan pergi ke luar negeri berdasarkan instruksi dari pemerintah pusat. Kebijakan serupa juga diberlakukan di daerah lain di Indonesia. Larangan diberlakukan sampai batas waktu belum ditentukan menunggu instruksi lanjutan dari pemerintah pusat.

Posisi sekarang ada sebanyak 26 warga Sukoharjo menjadi calon PMI atau TKI. Mereka terpaksa dilarang berangkat sekarang karena ada kebijakan dari pusat. Para PMI atau TKI tersebut keberangkatannya ditunda sampai kasus virus corona mereda.

Para PMI atau TKI asal Sukoharjo sudah terdata resmi di Pemkab Sukoharjo direncanakan berangkat di lima negara tujuan meliputi Hongkong, Korea Selatan, Taiwan, Malaysia, Singapura. Mereka sebelumnya sudah mengurus persyaratan keberangkatan namun tidak jadi berangkat karena ada larangan dari pusat.

“Dampak dari virus corona memang dirasakan tidak hanya ditingkat negara. Di daerah juga sama seperti Pemkab Sukoharjo sudah mengambil sejumlah langkah penanganan. Di Sukoharjo memang tidak ada temuan warga terkena virus corona namun Pemkab Sukoharjo sesuai instruksi pusat sudah melakukan langkah penanganan,” ujarnya.

Khusus untuk 26 warga yang akan menjadi PMI atau TKI mereka mendapat pemantauan serius dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo. Hal itu penting karena mereka membutuhkan informasi jelas dari petugas mengenai kebijakan larangan berangkat ke luar negeri.

“Pendampingan itu dilakukan agar para PMI atau TKI paham. Sebab larangan itu bukan sepihak dari Pemkab Sukoharjo melainkan dari pusat. Kebijakan sama juga berlaku bagi warga Sukoharjo yang keberangkatan menjalankan ibadah umrah ditunda,” lanjutnya.

Pemantauan juga dilakukan Pemkab Sukoharjo terhadap PMI atau TKI asal Sukoharjo yang sedang bekerja di luar negeri. Mereka dipantau khususnya berkaitan dengan kondisi kesehatannya. Sebab beberapa diantara mereka bekerja di negara yang sudah ditemukan kasus virus corona.

PMI atau TKI asal Sukoharjo yang sedang bekerja di luar negeri juga diminta Pemkab Sukoharjo tidak memaksakan diri pulang terlebih dahulu sekarang. Penundaan kepulangan dilakukan sebagai bentuk antisipasi para PMI terkena virus corona.

Beberapa PMI di negara pandemi virus corona seperti Korea Selatan, Iran, Jepang dan lainnya dipantau ketat Pemkab Sukoharjo. Koordinasi dilakukan Pemkab Sukoharjo bersama lembaga atau penyalur jasa PMI di Kabupaten Sukoharjo agar mematuhi kebijakan tersebut.

Langkah lain juga dilakukan Pemkab Sukoharjo dengan menyiapkan tenaga medis disemua pelayanan kesehatan mulai Puskesmas hingga RSUD dan rumah sakit swata serta klinik kesehatan. Selain itu khusus di RSUD Sukoharjo disiapkan ruang isolasi sebagai persiapan penanganan terhadap pasien.

“Dari sisi medis Pemkab Sukoharjo sudah siap. Antisipasi sudah kami lakukan sesuai instruksi pusat dengan menyiapkan dokter dan RSUD,” lanjutnya.

Pemkab Sukoharjo juga mengambil langkah dengan menerjunkan sejumlah OPD bekerjasama dengan Polres Sukoharjo dalam pemantauan apotik dan pasar. Apotik dipantau petugas terhadap stok dan harga masker. Sedangkan pasar dipantau berkaitan stok dan harga kebutuhan pokok.

“Masyarakat kami minta tidak panik dan tidak melakukan aksi borong barang baik masker maupun kebutuhan pokok. Sebab aksi itu justru menyebabkan kelangkaan barang dan harga naik,” lanjutnya.

Kepala Seksi (Kasi) Penempatan dan Perluasan Kesempatan Tenaga Kerja Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo Sri Wahyuti mengatakan, ada 26 warga Sukoharjo tercatat sebagai calon PMI atau TKI yang akan diberangkatkan ke berbagai negara. Namun keberangkatan mereka ditunda sampai batas waktu belum ditentukan karena ada kebijakan larangan pergi ke luar negeri dari pemerintah pusat.

Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo memastikan sebanyak 26 warga Sukoharjo calon PMI atau TKI belum diberangkatkan. Sebab mereka sampai sekarang juga masih mengurus segala keperluan dan syarat pergi ke luar negeri.

“Calon PMI atau TKI ini sekarang masih di Sukoharjo dan belum diberangkatkan. Proses keberangkatan mereka melalui lembaga penyalur tenaga kerja resmi tunjukan pemerintah,” ujarnya.

Para calon PMI atau TKI asal Sukoharjo rencananya akan diberangkatkan ke negara tujuan Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Hongkong, Malaysia, Singapura dan Timor Leste. Negara tujuan tersebut jadi pilihan warga Sukoharjo bekerja disana menjadi PMI atau TKI.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Menular (PPM) DKK Sukoharjo, Bejo Raharjo mengatakan, kondisi sekarang di Sukoharjo masih aman. Sebab belum ada temuan warga Sukoharjo terkena virus corona.

DKK Sukoharjo beberapa waktu lalu memang sempat memantau kondisi salah satu warga asal Kecamatan Bulu yang dirawat intensif di RSUD Sukoharjo karena kondisi panas tinggi dan sesak nafas usai menjalankan ibadah umrah. Namun demikian, warga tersebut setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif dinyatakan negatif virus corona. Pihak dokter yang menangani juga telah mengizinkan warga tersebut pulang ke rumah karena sudah dinyatakan sehat.

“Sampai saat ini masih aman dan warga tidak perlu panik. Kami juga sudah melakukan antisipasi dan mempersiapkan sesuatu yang berhubungan dengan virus corona itu. Mulai dari bangsal hingga tim medis,” ujarnya. (Mam)

BERITA TERKAIT