Anak Perlu Perlindungan, Jangan Diajak Mengemis

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Orang tua yang membawa anak untuk mengemis di jalan bisa dikenai sanksi baik denda uang maupun kurungan penjara. Hal itu sesuai dengan aturan dalam Perda Perlindungan Perempuan dan Anak maupun Undang Undang Perlindungan Perempuan dan Anak. Karena itu temuan pengemis, gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) yang melibatkan anak perlu diberikan pembinaan tegas.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sukoharjo Proboningsih Dwi Danarti, Minggu (17/9/2017) mengatakan, temuan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo dalam razia penertiban dan mengamankan sebanyak 18 PGOT dan tiga anak balita sangat mengejukan. Sebab anak berhak mendapatkan perlindungan baik dari orang tua maupun pemerintah agar tidak dieksploitasi.

“Anak diajak untuk mengemis jelas tidak boleh. Keberadaan anak itu dimaksudkan agar menimbulkan rasa iba atau kasihan dari masyarakat sehingga memberi uang kepada pengemis. Anak harus mendapatkan perlindungan penuh karena sudah ada aturannya. Kalau melanggar jelas kena sanksi baik denda uang maupun kurungan penjara,” ujar Proboningsih Dwi Danarti.

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sukoharjo mendukung langkah Satpol PP Sukoharjo untuk terus melakukan razia penertiban. Sebab dengan demikian maka bisa terpantau kondisi riil di lapangan yang melibatkan anak.

Kabupaten Sukoharjo sendiri sudah memiliki aturan hukum dalam Perda Perlindungan Perempuan dan Anak. Selain itu Kabupaten Sukoharjo juga sudah menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA). Karena itu anak harus mendapatkan perlindungan.

“Bentuk perlindungan itu seperti memberikan fasilitas bermain, pendidikan dan kebutuhan pokok lainnya,” lanjutnya.

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sukoharjo akan berkoordinasi dengan Satpol PP Sukoharjo apakah tiga anak balita yang ditemukan dalam razia penertiban merupakan warga Sukoharjo. Apabila iya maka akan dilakukan pendampingan baik kepada orang tua maupun anak. Namun bila tidak akan dikoordinasikan dengan pihak terkait lainnya.

“Orang tua yang mengajak harus diberikan pembinaan tegas. Selanjutnya diberikan pelatihan atau dibekali keterampilan agar punya pekerjaan sebagai sumber membiayai kebutuhan keluarga. Anaknya sendiri harus dilindungi kalau sudah masuk usia sekolah ya segera disekolahkan,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Sebanyak 18 orang dewasa dan tiga anak anak pengemis, gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) ditangkap petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo. Penangkapan dilakukan dalam razia penertiban di wilayah Kecamatan Gatak dan Kartasura. Para PGOT diberikan pembinaan kemudian dilepaskan kembali dengan meminta tidak mengulangi perbuatannya lagi berkeliaran di jalan.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo mengatakan, razia penertiban dilakukan di perempatan Klewer, Kecamatan Gatak dan di wilayah Ngasem, Kecamatan Kartasura. Razia juga dilakukan di perempatan Kartasura, pertigaan kampus UMS Pabelan, Kartasura. Petugas melakukan penyisiran dikedua wilayah tersebut karena muncul keluhan dari masyarakat.
Dilokasi tersebut dikeluhkan banyak PGOT untuk mengemis meminta uang kepada pengguna jalan. Beberapa PGOT bahkan kedapatan meminta uang dengan cara paksa. Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat.(Mam)

 

BERITA REKOMENDASI