Angin Kencang di Mojolaban dan Polokarto Rusak 234 Rumah Warga

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Total nilai kerugian akibat angin kencang di wilayah Kecamatan Mojolaban dan Polokarto, Senin (28/10/2019) lalu mencapai Rp 851,8 juta. Petugas memastikan tersebut setelah melakukan pendataan terhadap 234 rumah terdampak dengan berbagai tingkat kerusakan mulai ringan, sedang dan berat. Masyarakat dihimbau lebih waspada terhadap ancaman bencana alam angin kencang karena sekarang sudah masuk peralihan cuaca dari kemarau ke penghujan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, Rabu (30/10/2019) mengatakan, nilai kerugian yang ditimbulkan akibat bencana alam angin kencang di Kecamatan Mojolaban dan Polokarto memang sangat besar. Kejadian tersebut merupakan pertama pada peralihan cuaca sekarang. Kerusakan lebih disebabkan karena besarnya angin yang melanda di dua kecamatan tersebut.

Data dari BPBD Sukoharjo diketahui di Kecamatan Polokarto angin kencang melanda di Desa Jatisobo, Desa Bakalan, Desa Polokarto, Desa Wonorejo dan Desa Mranggen. Untuk kerusakan ringan sebanyak 140 rumah dengan nilai kerugian Rp 268,8 juta, rusak sedang 3 rumah kerugian Rp 15,5 juta dan rusak berat 14 rumah kerugian Rp 152,5 juta. Sedangkan total keseluruhan nilai kerugian di Kecamatan Polokarto sebesar Rp 436,8 juta.

Di wilayah Kecamatan Mojolaban kerusakan rumah akibat angin kencang terjadi di Desa Palur, Desa Cangkol, Desa Sapen, Desa Joho, Desa Klumprit, Desa Dukuh dan Desa Triyagan. Kerusakan ringan 21 rumah nilai kerugian Rp 34 juta, rusak sedang 34 rumah kerugian Rp 143 juta, rusak berat 22 rumah kerugian Rp 238 juta. Total keseluruhan kerugian di Kecamatan Mojolaban Rp 415 juta.

“Kerugian rumah rusak ringan total di Kecamatan Mojolaban dan Polokarto Rp 302,8 juta, rusak sedang Rp 158,5 juta dan rusak berat Rp 340,5 juta. Sedangkan total keseluruhan Rp 851,8 juta,” ujarnya.

BPBD Sukoharjo memastikan data tersebut sudah valid setelah dilakukan sinkronisasi dengan pihak pemerintah desa dan kecamatan. Selanjutnya hasilnya akan dilaporkan ke Pemkab Sukoharjo.

“Nilai kerugian memang sangat besar lebih disebabkan karena faktor alam angin sangat besar dan kencang,” lanjutnya.

Menghadapi peralihan cuaca BPBD Sukoharjo sudah membuat surat edaran pemangkasan pohon ke semua pemerintah desa, kelurahan dan kecamatan se Kabupaten Sukoharjo. Surat tersebut diharapkan bisa diteruskan ke masyarakat melalui pengurus RT dan RW untuk segera ditindaklanjuti. Inti surat tersebut merupakan permintaan dari BPBD Sukoharjo agar masyarakat melakukan pemangkasan pohon. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir pohon tumbang saat angin kencang datang sehingga rawan menimbulkan korban. 

“Pemangkasan pohon yang dimaksud bukan berarti pohon dipangkas total. Tapi penekanannya berupa pemangkasan dahan atau ranting tertentu yang membahayakan bertujuan agar tidak terlalu rimbun dan rawan roboh. Jadi saat angin kencang datang ancaman bahaya pohon roboh atau tumbang bisa berkurang,” lanjutnya. 

Surat edaran dipastikan sudah diterima pemerintah desa, kelurahan, kecamatan se Kabupaten Sukoharjo dan diteruskan ke masyarakat. Kepastian tersebut diketahui setelah BPBD Sukoharjo melakukan pengecekan pemantauan langsung ke lapangan. Hasilnya sudah ada tindaklanjut dengan pemangkasan pohon disejumlah wilayah. 

Pemangkasan tersebut diketahui terhadap sejumlah pohon di pinggir jalan dilakukan oleh petugas terkait. Selain itu juga dibeberapa tempat khususnya pohon di halaman rumah atau lingkungan warga. Pemangkasan tersebut dilakukan oleh warga itu sendiri. Dengan hal itu maka bisa meminimalisir ancaman resiko bencana alam. 

BPBD Sukoharjo masih akan melakukan pemantauan dengan menerjunkan petugas mengingat masih ada beberapa wilayah belum melakukan pemangkasan pohon. Petugas terus mendesak agar isi dari surat edaran bisa ditindaklanjuti secepatnya.(Mam)

BERITA REKOMENDASI