Angka Harapan Hidup Warga Sukoharjo Tinggi Ini Sebabnya

 SUKOHARJO,KRJOGJA.com –  Angka harapan hidup warga Sukoharjo mencapai 77 tahun dan menjadi tertinggi di Provinsi Jawa Tengah. Keberhasilan tersebut berkat berbagai usaha dari sejumlah pihak salah satunya kader Posyandu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa, Minggu (27/10) mengatakan, pemerintah mengapresiasi keberhasilan Pemkab Sukoharjo dilihat dari sisi angka harapan hidup mencapai 77 tahun. Angka tersebut tertinggi di wilayah Provinsi Jawa Tengah. 
Angka tersebut muncul tidak mudah begitu saja di Sukoharjo. Butuh perjuangan keras dilakukan Pemkab Sukoharjo untuk merealisasikan target tersebut.

Dalam usahanya dilakukan dengan melibatkan sejumlah pihak salah satunya kader Posyandu. Kader Posyandu memiliki peran penting dalam meningkatkan angka harapan hidup masyarakat. Pasalnya tinginya angka harapan hidup masyarakat tidak didapat secara serta merta, melainkan sudah disiapkan sejak masih didalam kandungan.

Para kader Posyandu yang melakukan pengawasan kesehatan ibu hamil termasuk anak yang masih dalam kandungan. Kondisi kesehatan sejak kandungan hingga lahir menjadikan harapan hidup warga lebih terjamin.

"Kondisi kesehatan warga dipantau sejak dini di dalam kandungan, lahir hingga lanjut usia. Itu sangat berdampak pada tingginya angka harapan hidup warga Sukoharjo. Peran itu dimiliki oleh kader Posyandu," ujarnya.

Agus menambahkan, pelayanan kesehatan masyarakat dimulai dari Posyandu dan Puskesmas. Untuk itu kader Posyandu memiliki peran penting dalam kesehatan masyarakat sejak masih dalam kandungan. Tidak hanya itu setelah lahir pun kesehatan bayi terus dipantau melalui Posyandu. Dengan kesehatan yang baik sejak dalam kandungan, menjadi salah satu faktor tingginya angka harapan hidup masyarakat Sukoharjo.

"Pentingnya peran Kader Posyandu sudah diberikan perhatian besar oleh Pemkab Sukoharjo," lanjutnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sukoharjo YC Sriyana mengatakan, Pemkab Sukoharjo melihat pentingnya peran kader Posyandu dalam menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan angka harapan hidup. Pentingnya peran itu membuat Pemkab Sukoharjo memberikan pelatihan kader Posyandu desa dan kelurahan bertujuan untuk meningkatan sumber daya manusia (SDM) kader Posyandu. 

Program pelatihan juga dilakukan dalam rangka meningkatkan peran aktif kader Posyandu dalam perkembangan pembangunan bidang kesehatan. Materi pelatihan sendiri meliputi peran kader Posyandu, kebijakan pemerintah dalam Posyandu, juga penanggulangan dan pencegahan HIV-AIDS. 

Ketua TP PKK Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, kader Posyandu mampu memberikan pelayanan kesehatan hingga menjangkau ke lapisan masyarakat paling bawah. Tidak hanya di desa dan kelurahan saja, namun juga RT dan RW. Hal ini membuat kondisi kesehatan warga menjadi lebih terpantau dan terjamin. Apabila ada warga yang kondisi sakit atau perkembangan kesehatan menurun maka langsung dilakukan penanganan.

"Posyandu tidak sebatas untuk anak anak namun juga di Sukoharjo keberadaan Posyandu lansia sangat banyak tersebar di desa dan kelurahan. Keberadaan Posyandu sangat penting dan terus dikembangkan di Sukoharjo," ujarnya. (Mam)
 

BERITA REKOMENDASI