Angka Kasus Corona Sukoharjo Terus Menurun

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Status Kabupaten Sukoharjo masih zona kuning atau risiko penularan virus Corona rendah. Selain itu juga masih menerapkan PPKM level 2. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo berharap ada perbaikan status pada pekan depan. Sebab angka kasus virus Corona terus menurun.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Sabtu (15/01/2022) mengatakan, angka kasus virus Corona di Kabupaten Sukoharjo terus menurun. Namun demikian status sekarang masih zona kuning. Selain itu juga masih diberlakukan PPKM level 2. Usaha penanganan terus dilakukan mengingat pandemi virus Corona masih menjadi ancaman masyarakat.

“Jumlah kasus kumulatif virus Corona sampai dengan tanggal 9 Januari 2022 yang berdomisili di Kabupaten Sukoharjo sebanyak 16.273 orang,” ujarnya.

Yunia menjelaskan, kasus positif virus Corona dengan gejala jumlah ditemukan 10.961 orang atau bertambah 1 orang, jumlah kasus aktif 2 orang sedang menjalani rawat inap, jumlah meninggal dunia 1.380 orang dan jumlah sembuh 9.578 orang. Kasus positif virus Corona tanpa gejala jumlah ditemukan 4.299 orang atau bertambah 1 orang, jumlah kasus aktif 1 orang sedang menjalani isolasi mandiri, jumlah sembuh 4.298 orang atau bertambah 1 orang.

Kontak erat jumlah kasus ditemukan sebanyak 27.175 orang, isolasi mandiri 45 orang dan selesai pemantauan 27.130 orang. Jumlah suspek 1.013 orang. Jumlah kasus positif virus Corona meninggal dunia sebanyak 1.380 orang atau 9,0 persen. Terdiri dari 665 orang dari 2.315 orang atau 28,7 persen pada usia diatas 60 tahun atau usia lanjut. Sedangkan pada usia dewasa 26-59 tahun sebanyak 704 orang dari 9.414 orang atau 7,5 persen terdapat 9 kasus kematian pada usia remaja dari 2.129 kasus atau 0,4 persen dan 2 kasus dadi 993 kasus 0,2 persen pada usia anak.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mencatat jumlah kasus positif virus Corona sembuh sebanyak 13.876 orang. Angka kesembuhan mencapai 90,9 persen. Angka kesembuhan tertinggi pada usia bayi dan balita sebesar 100 persen. Disusul usia remaja sebanyak 99,8 persen dan terendah angka kesembuhan ada usia lanjut 71,2 persen.

“Jumlah kasus positif virus Corona terbanyak di Kecamatan Kartasura 2.171 kasus. Disusul kecamatan lain, Kecamatan Mojolaban 1.986 kasus, Kecamatan Grogol 1.768 kasus dan Kecamatan Baki 1.716 kasus,” ujarnya.

Jumlah kasus positif virus Corona aktif berada di Kecamatan Bendosari, Mojolaban, Grogol dan Baki masing-masing 1 kasus. Angka kematian tertinggi berada di Kecamatan Polokarto sebanyak 11,7 persen, Kecamatan Grogol 11,4 persen, Kecamatan Bendosari 10,7 persen dan Kecamatan Sukoharjo 10,3 persen.

Angka kesembuhan tertinggi di Kecamatan Mojolaban sebanyak 93,1 persen, Kecamatan Bulu 92,4 persen, Kecamatan Baki 92,2 persen, Kecamatan Nguter dan Kecamatan Tawangsari masing-masing 91,9 persen.

“Terus kami lakukan upaya menekan angka kasus. Salah satunya percepatan vaksinasi virus corona,” lanjutnya.

Yunia Wahdiyati menambahkan, pemerintah pusat sudah memutuskan kebijakan pelaksanaan vaksinasi virus Corona dosis tiga pada masyarakat. Program tersebut secara nasional akan dijalankan mulai 12 Januari 2022. Pemkab Sukoharjo sendiri sudah mendapat informasi terkait hal tersebut. Namun demikian pelaksanaan di Kabupaten Sukoharjo belum dilakukan.

Pemkab Sukoharjo masih fokus pada penuntasan vaksinasi virus Corona dosis dua dengan sasaran dewasa, lansia hingga usia 6-11 tahun. Sasaran prioritas vaksinasi virus Corona akan segera dilakukan hingga 100 persen. (Mam)

BERITA REKOMENDASI