Angka Kematian Ibu Hamil di Boyolali Meningkat

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI (KRjogja.com) – Angka kematian ibu (AKI) selama proses kehamilan dan persalinan mengalami tren peningkatan. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali menyebutkan, pada tahun 2014 tercatat jumlah AKI sebanyak 17 kasus dan meningkat menjadi 21 kasus pada 2015. Sedangkan pada tahun 2016 hingga bulan Juni telah terjadi 10 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, dr Ratri S Lina menjelaskan, selama enam tahun terakhir kasus AKI di kabupaten ini banyak terjadi di Kecamatan Klego, Ampel, Mojosongo, Nogosari, Teras, Ngemplak dan Musuk. “Jumlah AKI cenderung mengalami kenaikan dari tahun ke tahun,” kata Ratri dalam seminar dan peluncuran program SMS Bunda di Aula RSUD Pandan Arang Boyolali, Jumat (05/08/2016).

Untuk menekan jumlah kasus, Dinkes Boyolali akan membuka 13 rumah tunggu Kelahiran. Rumah tunggu ini akan menampung ibu yang sedang dalam proses kehamilan namun hampir memasuki proses kelahiran.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Djoko Mardijanto menambahkan, secara keseluruhan, pada 2015 lalu AKI di Jawa Tengah sebanyak 619 kasus dengan perbandingan sebanyak 111,16 kasus per 100 ribu kelahiran. Sementara hingga bulan Juni 2016, AKI di Jateng sudah mencapai 411 kasus.

Untuk faktor penyebab AKI, imbuhnya, antara lain karena kurang siapnya ibu menghadapi proses kehamilan, semisal kurang pedulinya mereka terhadap asupan gizi saat hamil. Faktor lainnya adalah kondisi kesehatan ibu hamil, semisal menderita anemia atau mengidap penyakit resiko tinggi lainnya.

Selain faktor tersebut, ia mengakui, faktor pelayanan kesehatan untuk proses kehamilan dan persalinan juga masih perlu banyak perbaikan, baik di tingkat Puskesmas hingga Rumah Sakit. Semisal kecepatan intervensi petugas kesehatan saat mendapati ibu hamil yang beresiko tinggi. (M-9)

BERITA REKOMENDASI