Angka Konsumsi Ikan Nasional Meningkat

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGJA.com – Angka konsumsi ikan nasional berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) yang dilakukan oleh BPS mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2018, angka konsumsi ikan nasional mencapai 50,69 kilogram per kapita, meningkat dari tahun 2017 yang mencapai 47,12 kilogram per kapita.

Meski secara nasional konsumsi ikan meningkat namun sebarannya belum merata di seluruh Indonesia, utamanya di Pulau Jawa yang rata-rata angka konsumsi ikanya di bawah capaian nasional. Pada tahun 2018, angka konsumsi ikan Provinsi Jawa Tengah mencapai 30,64 kilogram per kapita.

Guna lebih meningkatkan konsumsi ikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI bersama Anggota Komisi IV DPR RI dan Pemerintah Kabupaten Klaten menggelar kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Bukit Sidoguro Desa Krakitan Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten Jawa Tengah, Sabtu (14/03/2020).

Kampanye Gemarikan merupakan upaya dari pemerintah untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat dengan mengembangkan pengetahuan masyarakat tentang kandungan gizi dan manfaat makan ikan, selain juga untuk menumbuhkan kreativitas dalam hal mengolah ikan baik untuk konsumsi rumah tangga maupun sebagai usaha untuk sumber pendapatan keluarga.

Sekretaris Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Perikanan (Ditjen PDSPKP) KKP, Berny Achmad Subki mengatakan bahwa bangsa Indonesia dikaruniai sumber daya ikan yang sangat besar, dimana potensi lestari perikanan tangkap Indonesia sebesar 12,54 juta ton per tahun. “Sebagai bentuk rasa syukur kita adalah dengan terus mengkonsumsi ikan sebagai sumber pangan yang bergizi tinggi,” ujar Berny.

Berny mengingatkan agar ikan yang dikonsumsi adalah ikan-ikan lokal seperti kembung, tongkol, bandeng, patin, gurami dan masih banyak lainnya. Ikan lokal gizinya nggak kalah dengan ikan impor. “Ikan salmon yang notabene ikan impor dan lebih mahal, kandungan proteinnya masih dibawah ikan kembung yang jauh lebih murah,” jelas Berny.

Dikatakan, untuk daerah-daerah yang tidak mempunyai laut, seperti halnya Kabupaten Klaten tetap bisa mendapatkan manfaat dan gizi dari ikan-ikan air tawar yang tidak kalah dengan ikan laut. “Jadi tidak ada alasan jauh dari laut menyebabkan jarang makan ikan, karena ikan air tawar juga sekarang banyak tersedia baik dari penangkapan  disungai dan danau atau dari hasil kegiatan budidaya,” katanya.

KKP akan terus mendorong peningkatan produksi perikanan budidaya yang saat ini mengalami kenaikan rata-rata sejak tahun 2012 sanpai dengan tahun 2018 sekitar 21,62% per tahun, lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan rata-rata produksi perikanan tangkap sekitar 5,17% yang cenderung konstan.

Lebih lanjut Berny mengatakan, ikan sebagai bahan pangan yang mengandung protein dan Omega-3 sangat relevan untuk mendukung program prioritas penanganan stunting khususnya berkaitan dengan kecerdasan. Ikan memiliki kandungan gizi yang lengkap, dan memiliki peran penting bagi ibu hamil, 1.000 hari pertama kehidupan (1000 HPK), perkembangan otak anak-anak dibawah usia dua tahun (Baduta), usia remaja serta lanjut usia.

Sementara itu, Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan, kampanye Gemarikan diikuti sekitar 2.200 orang masyarakat Klaten. Kegiatan meliputi makan olahan ikan secara bersama-sama dan tebar benih ikan sebanyak 40.000 ekor ikan nila di Rawa Jombor. Benih ikan merupakan bantuan dari KKP dan Komisi IV DPR RI. Tebar benih ikan bertujuan untuk menjaga dan merawat ekosistem. (Lia)

BERITA REKOMENDASI