Antisipasi Banjir, Pembangunan Saluran Air Dikebut

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sejumlah titik saluran air di Sukoharjo mendapat penanganan berupa pengerukan sedimentasi dan pembangunan. Kegiatan dilakukan sebagai bentuk penanganan masalah banjir. Diharapkan program tersebut segera selesai mengingat sekarang sudah masuk peralihan musim hujan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo Bowo Sutopo Dwi Atmojo, Senin (5/10), mengatakan, sudah dilakukan langkah penanganan membantu mengatasi masalah banjir dan memperlancar pembuangan air. Kegiatan dilakukan berupa pengerukan sedimentasi dan pembangunan. Pengerjaan tersebut dikerjakan baik oleh Pemkab Sukoharjo maupun Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS).

“Penanganan saluran air sudah dilakukan seperti di wilayah Bulakrejo, Kecamatan Sukoharjo dan di Kadilangu, Kecamatan Baki. Pengerjaaan sekarang masih dan diharapkan segera selesai. Terus dikebut mengingat sekarang sudah musim hujan,” ujarnya.

Pengerjaan titik dua saluran tersebut berupa pengerukan sedimentasi dan pembangunan talud pengaman. Pengerukan dimaksudkan agar mempunyai data tampung air lebih banyak.

Pengerukan sedimentasi juga dilakukan terhadap Kali Situri di Desa Grogol, Kecamatan Weru. Pengerjaan dilaksanakan oleh BBWSBS selaku pihak berwenang sejak beberapa bulan lalu.

“Saluran air lain juga akan dipantau dan nanti juga melibatkan pihak terkait melakukan penanganan. Harapanya saat hujan datang air dapat dialirkan dan dibuang tanpa menyebabkan terjadinya genangan atau banjir,” lanjutnya.

Kepala Desa Grogol, Kecamatan Weru Heri Putut mengatakan, normalisasi Kali Situri sudah dikerjakan BBWSBS sejak beberapa bulan lalu. Usai dikeruk kondisi Kali Situri lebih baik karena memiliki daya tampung air lebih banyak dibanding sebelumnya.

“Kami berharap tidak ada lagi banjir akibat luapan Kali Situri karena sudah dilakukan pengerukan sedimentasi. Tapi kami juga masih khawatir tanggul jebol,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI