Antisipasi Bencana, Keahlian Tim SAR Polres Boyolali Diasah

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Anggota kepolisian tampak sigap melakukan rapling menuruni tebing Kali Gedhe, Kota Boyolali, setinggi 30an meter dengan anjing pencari jejak yang digendong di punggungnya. 

Sampainya di dasar tebing, anjing tersebut melakukan pelacakan seorang warga yang dilaporkan tenggelam di dasar sungai. Setelah terendus keberadaannya, beberapa personel Satuan Sabhara Polres Boyolali tersebut melakukan penyisiran dan segera melakukan evakuasi. Skenario simulasi tersebut dilakukan belasan anggota Tim Search And Rescue (SAR) Polres Boyolali, Sabtu (16/12). 

Wakapolres Boyolali, Kompol Zulfikar Iskandar menjelaskan, dengan instruktur dari personel Brimob, kemampuan dan keahlian berbagai teknik SAR anggota diasah agar seaktu-waktu siap diterjunkan bila terjadi peristiwa bencana, semisal bencana banjir dan tanah longsor. 

Pelatihan teknis SAR, kata Kompol Zulfikar juga melibatkan anjing pelacak dari Satuan K-9 Polres Boyolali. Sebab hewan tersebut sudah dilatih dan mempunyai kemampuan untuk mendeteksi korban bencana, semisal korban tenggelam atau korban tertimbun longsor. 

"Anjing tersebut mumpuni untuk ikut membantu proses evakuasi. Makanya tadi disimulasikan anjingnya juga ikut menuruni tebing," terangnya. 

Tim SAR Polres Boyolali, imbuhnya, saat ini mempunyai anggota sebanyak 30 personel yang memiliki kualifikasi atau keahlian yang setara dengan Tim SAR lainnya. Selama 24 jam, Tim SAR polisi tersebut siap digerakkan bila sewaktu-waktu terjadi bencana. (Gal)

BERITA REKOMENDASI