Antisipasi Erupsi, Arsip Warga Merapi Disimpan secara Digital

KLATEN, KRJOGJA.com – Arsiparis Klaten kembali menyisir arsip warga rawan bencana di Dukuh Gondang, Balerante, Kemalang, Klaten, yang berjarak 5 km dari puncak Merapi, untuk diarsipkan secara digital.

Hampir seratus arsip vital milik warga seperti sertifikat, akte nikah, BPKB, kartu keluarga, KTP, akte kelahiran sampai ijazah berhasil dialih-mediakan. Sebelum petugas datang di lokasi, warga sudah berkerumun di rumah Jainu Rekso Giri (Kepala Urusan Perencanaan Desa Balerante), sambil membawa berkas berharga di dalam map plastik.

Susanti (27) warga Ngipik Sari, Balerante mengaku bahwa waktu erupsi 2010 beberapa dokumen milik mertuanya nyaris musnah terbakar awan panas.

“Waktu erupsi warga panik yang penting nyawa selamat. Tidak terpikir harus mengemas dokumen penting. Sertifikat milik mertua termasuk dokumen rusak. Untung ditaruh di bawah tikar, tapi kondisinya sudah pripil-pripil (nyaris kertasnya terpisah). Maka kami warga merasa sangat terbantu dengan program Titip Bandaku,” jelasnya sambil menanti arsipnya discan untuk disimpan secara digital.

Susanti mengaku masih sangat trauma dengan erupsi Merapi 2010 lalu. Maka arsip penting milik keluarga dibawanya untuk dialih-mediakan melalui Program Titip Bandaku. Dia mengaku ada 10 berkas asli seperti sertifikat, ijazah, BPKB, surat nikah dibawanya untuk diselamatkan.

Jainu Rekso Giri. Tidak saja menyediakan gazebo rumahnya untuk pelayanan, tokoh masyarakat sekaligus Kaur Perencanaan Desa Balerante itu ikut mengumpulkan warga agar menyiapkan arsip untuk dialihmediakan.

“Karena jaraknya hanya 5 km dari puncak Merapi, dulu saat erupsi 2010, ada 98 rumah warga yang rusak dan 300 sapi warga mati. Belum lagi dokumennya. Dengan Program Titip Bandaku ini, minimal warga di daerah rawan bencana bisa tenang, karena dokumen berharga miliknya dilindungi negara,” kata Jainu, Kamis (12/3/2020).

Sedangkan Kepala Bidang Kearsipan Dinas Arsip dan Perpustakaan Klaten Rinto Patmanto mengatakan, arsiparis Klaten sudah tiga kali jemput bola melalui program Titip Bandaku untuk menyelamatkan arsip warga Merapi.

“Sudah ada 200 keluarga yang mengikuti program ini. Kami turunkan tujuh petugas ke Balerante. Alhamdulillah sambutan warga sangat antusias. Yang pasti dengan mengikuti program ini arsip warga sudah ada arsip digitalnya. Warga cukup membawa surat pengantar kepala desa untuk memperoleh arsip digital miliknya yang sudah autentikasi,” kata Rinto. (Sit)

BERITA REKOMENDASI