Antisipasi Erupsi Merapi, Kaum Rentan Diungsikan

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Kondisi Gunung Merapi yang dalam status siaga membuat takut warga di kawasan lerengnya. Bahkan, warga usia rentan pun diungsikan terlebih dahulu ke tempat penampungan pengungsian sementara (TPPS).

Seperti di Desa Klakah Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali Jawa Tengah, pemerintah desa (Pemdes) setempat bersama relawan dan tim BPBD Boyolali telah menyiapkan TPPS di gedung pertemuan. Puluhan warga usia rentan pun sudah diungsikan ke sana.

Namun demikian, tidak setiap hari para pengungsi tinggal di TPPS. Sebagian pengungsi, utamanya para remaja dan orang tua yang sehat hanya berada di TPPS pada malam hari. Pagi hingga sore hari memilih kembali ke rumah.

“Ya, sebagian warga memilih pulang ke rumah pada pagi hari agar tetap bisa bekerja ke ladang serta mencari pakan ternaknya. Sore hari kembali ke TPPS,” ujar Kades Klakah, Marwoto, Kamis (12/11/2020).

Dijelaskan, pada Rabu (11/11/2020) malam ada 70 warga Dukuh Bakalan turun mengungsi ke TPPS. Hal itu dilakukan karena mereka sebelumnya merasa takut mendengar suara gemuruh dari arah puncak Merapi. “Ada juga seorang pengungsi yang akan melahirkan, sudah kami bawa ke Puskesmas Selo,” ujarnya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Boyolali, Bambang Sinungharjo mengatakan kondisi Gunung Merapi saat ini sejak 5 November 2020 pukul 12.00 WIB ditetapkan status waspada ke siaga, sampai hari ini kondisi Gunung Merapi memang ada guguran lava tetapi masih aman terkendali. “Masalah kapan dan meletusnya Gunung Merapi itu yang tahu hanya Allah SWT. Tetapi kita selaku manusia harus selalu siaga,” kata Bambang Sinungharjo.

Kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali dalam sudah menyiapkan masker sebanyak 125 Ribu masker, logistik dan sarana pendukung aturan yang sudah ada surat pernyataan Bupati Boyolali. “SK dari Bupati sudah turun mengenai siaga darurat kemudian SK siaga darurat sudah dibentuk Insiden Comander, kami didampingi oleh BNPB secara administrasi pendukungnya sudah kami siapkan.” katanya.

Untuk pengungsi yang di tempatkan di TPPS di Desa Tlogolele sampai saat ini berjumlah 133 orang,lalu Desa Klakah sebanyak 16 orang pengungsi dan Desa Jrakah sebanyak ada Dua dukuh. “Jadi total semuanya di Tiga Desa, Jrakah, Klakah, Tlogolele ada Sembilan dukuh. Prinsip kita siapkan untuk yang rentan kita tempatkan di TPPS,” ungkapnya. (*_1/Sit)

BERITA REKOMENDASI