Antisipasi Jatuh Korban, Papan Peringatan Diperlukan Pemancing di Aliran Dam Com

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Dam Colo Timur meminta dibuatkan papan peringatan sebagai petunjuk pada masyarakat berkaitan dengan kedalaman air. Hal itu sangat penting sebagai antisipasi adanya korban yang mencari ikan disepanjang saluran irigasi. Sebab meski sudah ada perubahan jam penutupan namun tetap saja masih ada korban.

Ketua P3A Dam Colo Timur Jigong Sarjanto, Senin (8/10/2018) mengatakan, kerawanan adanya korban terjadi saat penutupan saluran pintu air Dam Colo Timur setiap tahun. Sebab disaat ini banyak masyarakat yang mencari ikan disepanjang saluran air. Kondisi diperparah dengan waktu pelaksanaan penutupan pintu air Dam Colo Nguter sebelumnya saat tengah malam. Keadaan yang gelap membuat para pencari ikan mengalami kesulitan saat masuk ke air. Akibatnya dalam beberapa tahun lalu sempat terjadi kasus orang meninggal dunia.

Kejadian tersebut membuat waktu pelaksanaan penutupan pintu saluran air Dam Colo Nguter dirubah dari tengah malam menjadi siang hari. Meski sudah dirubah namun ternyata tetap saja ada korban jiwa. Kondisi tersebut sangat disesalkan karena berbagai upaya sudah dilakukan bersama.

"Untuk mengantisipasi kembali ada korban maka kami usulkan agar dilakukan pemasangan papan peringatan tentang kedalaman air. Dengan demikian maka bisa menjadi perhatian pemancing atau pencari ikan," ujar Jigong Sarjanto.

Pintu air Dam Colo Nguter sekarang sudah dilakukan penutupan sejak 1 Oktober pada siang hari. Penutupan dilaksanakan selama satu bulan kedepan untuk perawatan rutin tahunan.

Papan peringatan diharapkan tidak hanya berfungsi mengingatkan masyarakat mencari ikan saat penutupan pintu air Dam Colo, Nguter saja, namun juga waktu keseharian. Sebab disepanjang aliran Dam Colo Nguter banyak para pemancing atau pencari ikan tersebar disejumlah wilayah.

"Dengan adanya informasi kedalam air maka para pencari ikan bisa mengukur sendiri kemampuan dan mewaspadai potensi bisa hanyut," lanjutnya.

Kapolsek Nguter AKP Banuari mengatakan, seorang pencari ikan kali terakhir ditemukan tewas di saluran irigasi di Dam Colo, Nguter pada Selasa (2/10/2018). Korban Mujiono (43) warga Dukuh Pabrik, Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban. Korban sebelumnya datang ke lokasi pada Senin (1/10/2018) sekitar pukul 19.00 WIB bersama rekannya, Galang Lintang untuk mencari ikan menggunakan alat setrum.

Keduanya kemudian berbagi tugas yakni Mujiono turun ke air untuk mencari ikan dan rekannya Galang menunggu di atas saluran. Namun setelah ditunggu lama ternyata Mujiono tidak kunjung menampakan diri. 

Galang kemudian melapor ke Polsek Nguter dan petugas langsung melakukan pencarian. Ternyata Mujiono ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia. (Mam)

BERITA REKOMENDASI