Antisipasi Pelangaran, Satpol PP Sukoharjo Perbanyak Razia Pekat

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo intensifkan pengawasan dengan memperbanyak melakukan razia penyakit masyarakat (pekat) sebagai antisipasi maraknya pelanggaran saat Natal dan Tahun Baru. Petugas disebar disemua wilayah rawan tidak hanya mencegah namun juga memberikan penindakan pada pelaku. Hal tersebut sebagai penegakan aturan dan efek jera pada pelaku.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, Jumat (6/12/2019) mengatakan, menjelang Natal dan Tahun Baru banyak muncul kerawanan pelanggaran yang terjadi. Termasuk juga tindak kriminal disejumlah wilayah. Beberapa kerawanan pelanggaran tersebut seperti peredaran minuman keras (miras), narkoba, PGOT, mesum, judi dan lainnya.

Petugas sudah melakukan pemetaan kerawanan pelanggaran tersebut karena sering muncul pada momen Natal dan Tahun Baru setiap tahun. Mengantisipasi munculnya pelanggaran tersebut maka Satpol PP Sukoharjo memperbanyak melakukan pengawasan. Bentuknya yakni dengan menerjunkan petugas dalam razia pekat disejumlah wilayah rawan.

Petugas yang diterjunkan bertugas tidak hanya melakukan pengawasan saja namun juga bentuk penindakan terhadap pelaku pelanggaran. Hal tesebut dilakukan sebagai bentuk penegakan aturan sekaligus pemberian efek jera terhadap pelaku pelanggaran.

“Operasi pekat akan kami perbanyak dengan sasaran disejumlah wilayah rawan. Satpol PP Sukoharjo juga akan berkoordinasi dengan aparat keamanan dalam melakukan kegiatan pengawasan di lapangan,” ujarnya.

Wilayah yang dipantau karena rawan pelanggaran miras seperti di Kecamatan Mojolaban dan Polokarto. Dikedua kecamatan tersebut banyak terdapat perajin ciu. Peredaran terjadi tidak hanya ditingkat lokal saja, namun sudah sampai ke luar daerah.

Meminimalisir transaksi perdagangan miras tersebut maka Satpol PP Sukoharjo bersama dengan aparat keamanan melakukan pengawasan ketat. Heru, mengatakan, petugas sudah sering menemukan pelanggaran ciu yang akan dikirim ke luar daerah. Pengiriman dilakukan dalam jumlah banyak dan disita petugas.

Pelanggaran kerawanan penyebaran PGOT juga dipantau petugas Satpol PP Sukoharjo disejumlah wilayah seperti di Kecamatan Grogol dan Kartasura. Wilayah tersebut berada di perbatasan dan rawan disalahgunakan.

Keberadaan PGOT membuat resah masyarakat karena mereka meminta uang dengan cara paksa di jalan. Satpol PP Sukoharjo apabila menemukan PGOT maka akan langsung dilakukan penindakan dengan mengangkut mereka.

“Untuk PGOT akan kami data dan diberi pembinaan. Apabila itu berasal datau kiriman dari luar daerah maka akan langsung kami kembalikan ke daerah asal,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI