Antisipasi Pelanggaran, Pedagang Pasar Jamu Nguter Diminta Selektif

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pedagang dan perajin jamu di Pasar Jamu Nguter dilarang keras berbuat curang dengan menggunakan bahan kimia berbahaya. Apabila terbukti maka sanksi tegas akan diberikan petugas kepada pelaku. Untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran maka petugas secara rutin memberikan sosialisasi dan pengecekan langsung dengan inspeksi mendadak (Sidak). 

Lurah Pasar Jamu Nguter Widadi Nugroho, Jumat (19/10/2018) mengatakan, sudah berulang kali petugas memberikan sosialisasi kepada para pedagang, perajin dan produsen jamu baik di Pasar Jamu Nguter maupun di lingkungan sekitar di wilayah Nguter. Petugas yang dilibatkan baik dari pengelola Pasar Jamu Nguter, paguyuban jamu, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Para petugas tersebut secara bergantian memberikan penyuluhan kepada pedagang, perajin dan produsen jamu di Sukoharjo. Khusus di Pasar Jamu Nguter petugas memberikan pendampingan ekstra karena tempat tersebut merupakan pasar atau lokasi perdagangan jamu terbesar di Indonesia.

Untuk memastikan keamanan bahan yang dipakai dalam pembuatan jamu petugas juga melakukan sidak setiap saat. Pengecekan dilakukan dengan melihat semua proses secara langsung mulai dari mentah sampai jadi.

"Pedagang, perajin dan produsen jamu khususnya di Pasar Jamu Nguter dan umumnya di Kabupaten Sukoharjo belum ada temuan produk jamu berbahaya. Semua aman karena menggunakan bahan alami. Petugas sudah melakukan pengawasan ketat dengan melibatkan BPOM," ujar Widadi Nugroho.

Untuk menyakinkan tidak ada kandungan bahan kimia Widadi Nugroho mengatakan sudah ada sidak dari BPOM pada Kamis (18/10/2018). Petugas mengecek semua barang produk jamu yang dijual oleh pedagang di Pasar Jamu Nguter. Selain itu para pedagang juga dimintai keterangan berkaitan dengan bahan yang digunakan. Hasilnya sidak diketahui tidak ada praktek pelanggaran dan semua produk aman.

"Produk jamu Sukoharjo aman. Kalaupun dulu pernah ada temuan mengandung bahan kimia itu karena diproduksi di luar daerah kemudian barang dibawa dan dijual di Sukoharjo," lanjutnya.

Meski sudah aman namun para pedagang di Pasar Jamu Nguter tetap diminta untuk tetap waspada dan selektif saat menjual berbagai jenis barang produk jamu. Sebab produk jamu yang dijual tidak semua diproduksi di Sukoharjo melainkan ada yang didatangkan dari luar daerah.

Apabila pedagang di Pasar Jamu Nguter ragu terhadap produk jamu yang diterima dari produsen luar daerah maka bisa segera melapor pada petugas. Sebab bisa dilakukan pelacakan tempat asal produsen dan termasuk melakukan pemeriksaan terhadap kandungan bahan jamu oleh BPOM.

"Hanya menjual produk jamu ilegal seperti menggunakan bahan kimia atau tidak memiliki izin maka pedagang juga sama saja melakukan pelanggaran. Maka pedagang harus selektif tidak asal menerima dan menjual barang," lanjutnya.

Berbagai penjelasan termasuk sidak oleh petugas ke Pasar Jamu Nguter disambut baik pedagang. Mereka senang karena ada perhatian dan arahan dari petugas agar pedagang tidak terpeleset berbuat kecurangan atau pelanggaran.

Widadi mengatakan, pedagang sangat antusias terhadap petugas yang datang juga karena bisa mendapatkan pengetahuan saat sosialisasi. Tidak hanya menyangkut bahan namun juga tidak kalah penting yakni soal perizinan. Hal itu penting karena pengetahuan pedagang masih terbatas.

"Usaha jamu menjadi sektor penting bagi ekonomi masyarakat baik di wilayah Kecamatan Nguter maupun Kabupaten Sukoharjo. Jamu yang dihasilkan perajin ada berbagai jenis produk dan sebarannya juga sudah dijual ke berbagai daerah," lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI