Antisipasi Penanganan Erupsi Merapi, BPBD Bentuk Sister Village

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI (KRjogja.com) – Tingkatkan penanganan bencana letusan gunung Merapi yang sampai saat ini masih mengancam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali membentuk sister village ‎di desa-desa di lereng gunung Merapi yang dinilai rawan bahaya erupsi.

Kepala Pelaksana BPBD Boyolali, Nur Khamdani, Jumat (2/12) menjelaskan, tujuan pembentukan sister village tersebut dimaksudkan untuk antisipasi penanganan bila sewaktu-waktu terjadi erupsi Merapi, semisal pemetaan jalur serta lokasi pengungsian penduduk di desa yang terdampak ke desa yang aman dari ancaman erupsi, dimana desa tujuan pengungsian sudah menyiapkan sarana dan prasarana untuk menampung pengungsi.

‎Berkaca pada pada penanganan bencana erupsi Merapi tahun 2010 lalu, dimana banyak pengungsi yang bingung terkait lokasi pengungsian, sehingga lokasi pengungsian dari satu desa terpisah-pisah dan menyebabkan sulitnya koordinasi. Akhirnya, pengungsi dipusatkan di kantor Pemkab Boyolali sehingga pengungsi membludak. "Jadi nanti bila sewaktu-waktu terjadi erupsi Merapi, tujuan lokasi pengungsian dari desa tertentu sudah jelas dan tak perlu bingung lagi‎," katanya.

‎Kali ini, sambungnya, ada sebanyak delapan desa di daerah rawan membangun kerja sama atau jaringan dengan tujuh desa yang berlokasi di daerah aman. Desa di daerah rawan bencana erupsi Merapi yakni desa di wilayah Kecamatan Selo, Musuk, dan Cepogo yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan Merapi dan radiusnya cukup dekat dengan kawasan puncak.

"Desa-desa tersebut akan bekerja sama dengan desa yang dalam jarak aman dari ancaman erupsi, yakni desa-desa di Kecamatan Mojosongo dan Boyolali Kota," terangnya.

Sebelumnya pada Juni lalu, jelas Khamdani, sudah ada dua Desa di Kecamatan Selo, yakni Desa Lencoh dan Desa Jrakah, yang membentuk sister village‎, yakni desa Lencoh dengan Desa Kembang, Kecamatan Ampel, dan Desa Jrakah dengan dengan Karanggeneng, Kecamatan Boyolali Kota. Ada juga satu desa di Kecamatan Selo, yakni Desa Tlogo Lele, yang menjalin kerja sama lintas daerah dengan Desa Sawangan, Kabupaten Magelang, karena jaraknya lebih dekat dibanding ke wilayah Boyolali.

"Sister Village ‎Desa Tlogolele dengan Desa Sawangan difasilitasi oleh Pemprov karena lintas wilayah," tandasnya. (R-11)

BERITA REKOMENDASI