Antrean Semakin Banyak, Sukoharjo Desak Pusat Kirim Blangko Cetak KTP-el

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pemerintah pusat diminta untuk segera mengatasi masalah berkaitan dengan keterlambatan pengiriman blangko cetak Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). Sebab kondisi yang terjadi sekarang sangat meresahkan dan mempersulit masyarakat mendapatkan kelengkapan administrasi kependudukan.

Baca Juga: Stok Blangko Habis, Warga Antre Cetak KTP-el

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa, Senin (19/8/2019) mengatakan, KTP-el merupakan administrasi penting kependudukan yang harus dimiliki warga. Namun dalam prosesnya masih saja ada temuan kendala salah satunya habisnya stok blangko cetak. Kondisi tersebut membuat masyarakat mengalami kesulitan karena tidak bisa memenuhi kebutuhannya. 

Kendala terbesar berkaitan dengan blangko cetak KTP-el hanya bisa dipenuhi oleh pemerintah. Sebab kewenangan penuh pengadaan langsung ditangani pusat. Pemkab Sukoharjo hanya bisa menunggu kiriman saja. 

“Pada saat posisi stok blangko cetak KTP-el habis, Pemkab Sukoharjo sudah meminta pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) membuat surat keterangan pada warga atau pemohon KTP-el. Sifatnya memang sementara sambil menunggu pencetakan KTP-el. Pemerintah pusat sendiri diharapkan segera turun tangan membantu mengatasi masalah dengan mempercepat distribusi blangko cetak KTP-el,” ujarnya.

Pemkab Sukoharjo terkendala keterbatasan kewenangan karena tidak bisa melakukan pengadaan blangko cetak KTP-el sendiri. “Daerah hanya bisa menunggu kiriman saja dari pusat. Tidak hanya Sukoharjo saja namun juga daerah lain juga sama,” lanjutnya.

Dispendukcapil Sukoharjo sudah diminta untuk terus memberikan pelayanan administrasi kependudukan pada masyarakat. Suket dikeluarkan setiap hari dengan harapan masyarakat tetap bisa memiliki identitas diri.
“Sekalipun belum ada blangko cetak kami minta masyarakat tetap mengurus dan melakukan pencetakan Suket sebagai ganti sementara KTP-el,” lanjutnya.

Kepala Dispendukcapil Sukoharjo Sriwati Anita mengatakan, data terakhir usai lebaran atau awal Juni lalu hingga Agustus ini ada sebanyak 8 ribu orang mengantre belum menerima pencetakan KTP-el. Mereka hanya mendapat surat keterangan (suket) sebagai pengganti sementara KTP-el. Suket dapat digunakan oleh warga dengan masa berlaku sekitar enam bulan. Selanjutnya apabia belum menerima pencetakan KTP-el maka bisa mengajukan permohonan permintaan suket kembali pada Dispendukcapil Sukoharjo.

Dispendukcapil Sukoharjo terpaksa mengeluarkan suket sebagai pengganti sementara KTP-el pada warga mengingat kondisi sekarang tidak memiliki blangko cetak. Stok habis karena pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum mengirimkan blangko cetak KTP-el.

Pemkab Sukoharjo hanya bisa menunggu karena tidak memiliki kewenangan. Sebab pencetakan atau pengadaan blangko cetak KTP-el jadi tanggungjawab penuh pemerintah pusat. Daerah selama ini tinggal menerima kiriman saja. 

“Masalah ini diluar kendali Pemkab Sukoharjo sebab blangko cetak KTP-el menjadi kewenangan penuh pemerintah pusat. Maka maklum kalau antrean warga menunggu pencetakan KTP-el semakin banyak sekarang hingga 8 ribu orang,” ujarnya.

Dispendukcapil Sukoharjo meminta pada pemerintah pusat untuk segera turun mengatasi masalah. Sebab kondisi di lapangan sudah banyak masyarakat mengeluhkan belum bisa menerima pelayanan pencetakan KTP-el dan hanya mendapat suket saja. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI