APK Paslon Satu Terbanyak Melanggar Kampanye

KLATEN, KRJOGJA.com – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Klaten menemukan banyak alat peraga kampanye (APK) ilegal marak bermunculan di wilayahnya menjelang momen Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Tengah 2018. 

APK berupa banner, spanduk, baleho tersebut menyalahi aturan karena pemasangannya yang tak sesuai jadwal tahapan kampanye dan juga bukan logistik dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Panwas Kabupaten Klaten mencatat ada sebanyak total 126 APK ilegal. Rinciannya 103 APK pendukung paslon nomor urut satu (Ganjar Pranowo – Taj Yasin) dan 23 APK pendukung paslon nomor urut dua (Sudirman Said – Ida Fauziyah). Keberadaan APK ilegal tersebut tersebar merata di 26 kecamatan di Kabupaten Klaten.

"Ada beberapa titik sudah terpasang APK yang menyalahi aturan dan bisa dikatakan itu ilegal. Merata di 26 kecamatan, rata-rata lebih dari sepuluhan APK di setiap kecamatan," ujar Ketua Panwaslu Kabupaten Klaten, Arif Fatkhurrokhman kepada awak media seusai Rapat Koordinasi (Rakor) bersama KPU, partai politik (parpol), Polres, Kodim, Satpol PP di Kantor Panwaslu Kabupaten Klaten, Kamis (1/3/2018).

Panwaslu gerah atas maraknya APK ilegal yang mulai bermunculan sejak Januari 2018. Panwaslu sendiri telah melayangkan surat peringatan ke parpol untuk tidak memasang APK telebih dahulu, namun diabaikan oleh parpol. Namun, APK ilegal justru semakin menjamur. Padahal, KPU belum menerbitkan tentang tahapan pemasangan APK. 

"Mereka (parpol) boleh memasang (APK), tetapi harus atas persetujuan KPU telebih dahulu. Kami telah memberikan surat rekomendasi ke KPU agar melayangkan surat peringatan kepada parpol terkait penertiban APK. Selanjutnya, jika ternyata belum dilakukan pembersihan maka Satpol PP yang akan membersihkan. Sebab, regulasi (penertiban APK) ada di sana (Satpol PP)," jelas Arif. (Lia)

 

BERITA REKOMENDASI