Atap Disangga Bambu, Bangunan SDN Gentan 2 Bulu Rusak Parah

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sejumlah ruang di SDN Gentan 2 Bulu mengalami kerusakan karena termakan usia. Bangunan merupakan sekolah inpres yang dibangun sejak tahun 1975. Kerusakan paling parah terjadi di ruang kelas IV ambrol pada bagian atap dan tidak bisa digunakan. Kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa dialihkan ke ruang kepala sekolah.

Kepala SDN Gentan 2 Bulu Sriyani didampingi penjaga sekolah Sukidi, Kamis (6/2/2020) mengatakan, kondisi bangunan SDN Gentan 2 Bulu sudah rusak cukup lama. Kerusakan paling parah terjadi di ruang kelas IV karena ambrol pada bagian atap sejak satu tahun terakhir.

Kerusakan terjadi karena pada bagian kayu kuda kuda dan lain dibagian atap keropos dan ambrol. Pihak sekolah kemudian mengambil langkah dengan menyangga atap menggunakan kayu dan bambu. Tujuannya agar atap tidak roboh dan membahayakan aktifitas siswa di sekolah.

Kondisi ruang kelas IV yang rusak parah membuat pihak sekolah mengosongkannya. Ruangan sama sekali tidak dipakai dan aktifitas KBM dialihkan ke ruang kepala sekolah. Pintu ruang kelas IV dikunci dan tidak diperbolehkan ada siswa masuk karena membahayakan.

Kerusakan juga terjadi di ruang kepala sekolah yang sekarang digunakan KBM siswa kelas IV. Meski demikian kerusakan masih belum terlalu parah dibanding ruang kelas IV. Pihak sekolah tetap melakukan pengawasan penuh saat siswa kelas IV melakukan KBM di ruang kepala sekolah. Sebab kondisi sekarang sudah musim hujan dan rawan ambrol.

“Kerusakan parah terjadi di ruang kelas IV sehingga terpaksa dikosongkan. Kerusakan ruang lain juga terjadi di ruang guru, ruang kepala sekolah, teras dan MCK,” ujarnya.

Penyebab kerusakan karena faktor usia bangunan SDN Gentan 2 Bulu karena merupakan sekolah inpres sejak 1975. Selain itu juga disebabkan adanya ranggas menyebabkan kerusakan pada bagian kayu menjadi keropos.

Pihak SDN Gentan 2 Bulu sudah mengambil langkah menyangga bagian atap yang rusak disemua ruangan menggunakan kayu dan bambu. Langkah diambil sifatnya hanya sementara agar tidak ambrol. Bahkan khusus tiang penyangga di bagian teras sekolah dibuat permanen menggunakan paralon di cor beton.

“Kami sudah mengajukan permintaan bantuan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo dan harapannya kerusakan ruang segera diperbaiki,” lanjutnya.

Rehap kali terakhir dilakukan di SDN Gentan 2 Bulu pada akhir tahun 2011 lalu berupa tambal sulam tembok saja. Sedangkan perbaikan secara keseluruhan belum pernah dilakukan.

“Guru dan siswa berharap bisa belajar dengan aman dan nyaman di sekolah. Kerusakan yang terjadi memang sudah parah dan perlu segera diperbaiki,” lanjutnya.

Sukidi menambahkan, setiap hari selalu mengecek kondisi bangunan sekolah. Terlebih lagi sekarang sudah musim hujan dan dikhawatirkan bisa terjadi keruskaan semakin parah.

“Kalau ada angin besar bangunan sangat rawan ambrol dan membahayakan. Jadi perlu dicek setiap hari sebelum dan sesudah KBM. Agar siswa yang belajar tidak terjadi sesuatu yang membahayakan,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI