Atthahirah Wisudawan IPK Tertinggi STAIM Klaten

KLATEN, KRJOGJA.com – Wisuda XIV Sarjana Strata I Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Klaten menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid 19 secara ketat. Acara wisuda dibagi dalam dua sesi, tanpa dihadiri orangtua mahaiswa. Para pejabat kehormatan juga memberikan sambutannya secara virtual.

Acara yang berlangsung di Gedung Sunan Pandanaran kompleks RSPD Klaten, Sabtu (19/12) tersebut diikuti sebanyak 194 wisudawan. Sebanyak 25 orang diantaranya mendapatkan predikat cumlaude. Lulusan dengan IPK tertinggi diraih oleh Uzza Atthahirah Putri dengan IPK 3.73.

Salah seorang wisudawan, Muhammad Abdurrohman, memilih kuliah di STAIM Klaten, karena kampus tersebut mendidiknya menjadi pribadi yang taat beragama. Ilmu yang didapatkanya di tempat kuliah, akan diamalkan di tempat kerja, yang kebetulan saat ini ia sudah menjadi seorang pendidik.

Ketua STAIM Klaten, Dr. H. Agus Wasisto Dwi Doso Warso, M.Pd mengemukakan, wisuda kali ini sangat istimewa. Istimewa waktu pelaksanaan karena masa pandemi, sehingga STAIM berusaha memberikan contoh dalam menerapkan protokol kesehatan. Jumlah mahasiwa yang diwisuda saat ini cukup banyak. Ini mengindikasikan studi para mahasiswa bisa tepat waktu.

Dr. Agus Wasisto berharap, melalui kompetensi dan keahlian yang telah diperoleh selama belajar di STAIM Klaten, para lulusan dapat berperan positif dalam memajukan bangsa secara luas, di bidang pendidikan agama Islam.

Para sarjana baru tersebut dihimbau terus mengembangkan diri, melalui pelatihan-pelatihan maupun pendidikan profesi. Hal ini diperlukan agar dapat menjadi guru yang benar-benar kompeten dan profesional.

Koordinator Kopertais Wilayah X Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Imam Taufiq, M.Ag diwakili Sekretaris Kopertais Dr. H. Ruswan MA, dalam pidato sambutan secara virtual mengemukakan, para wisudawan STAIM Klaten diharapkan dapat berkontribusi dalam penyelesaian masalah-masalah untuk mewujudkan kehidupan beragama yang baik.

Dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam secara komprehensif, menyeluruh, tidak sepotong-sepotong. Selain itu, wisudawan juga harus mendorong tumbuhnya moderasi beragama di tengah masyarakat, karena sesungguhnya ajaran Islam itu moderat.

Bpati Klaten yang diwakili Asisten I, dr Ronny Roekmito, dan Majlis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Ahmad Zaenuri juga memberikan sambutan secara virtual. (Sit)

BERITA REKOMENDASI