Awal Tanam Padi MT I di Sukoharjo Dimulai

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo kejar program tambah tanam padi pada musim tanam I (MT I). Petani diminta mempercepat tanam padi mengingat kebutuhan air, pupuk dan peralatan pertanian modern sudah tersedia.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti, Kamis (12/11/2020), mengatakan, kebutuhan air petani dijamin sudah terpenuhi setelah dilakukan pembukaan pintu air Dam Colo Nguter. Air juga didapat dari hujan yang sudah turun sejak beberapa hari terakhir.

“Program tambah tanam padi terus dikejar untuk memperbanyak petani segera tanam padi. Sebab kebutuhan air sudah terpenuhi dari Dam Colo Nguter dan hujan. Catatan memang masih kami pantau khususnya terhap sawah tadah hujan dibeberapa wilayah sebab terlihat masih dibiarkan oleh petani,” ujarnya.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo menurunkan petugas untuk melakukan pemantauan sekaligus pendampingan terhadap petani. Prioritas utama dilakukan terhadap sawah yang mendapat pasokan air dan Dam Colo. Sebab kebutuhan air dipastikan sudah terpenuhi dan petani tidak boleh terlalu lama menunda tanam padi.

Beberapa wilayah yang diketahui sudah dilakukan tanam padi MT I oleh petani seperti di Kecamatan Sukoharjo, Bendosari, Mojolaban, Polokarto, Nguter, Tawangsari. Sedangkan sawah tadah hujan seperti di wilayah kering Kecamatan Bulu masih cukup banyak yang dibiarkan belum digarap petani.

Netty menambahkan, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada kelompok tani terkait pola pertanian sekarang mengingat ada peringatan dini fenomena alam berupa La Nina. Informasi disampaikan kepada petani sebagai bahan antisipasi terjadinya bencana alam seperti banjir dan angin kencang.

Netty Harjianti menambahkan, sudah ada instruksi resmi dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkait antisipasi potensi bencana alam terdampak fenomena La Nina berupa peningkatan curah hujan. Wilayah pertanian rawan banjir dan angin kencang sudah dipetakan. Petugas juga telah memberikan sosialisasi dan informasi terkait fenomena alam La Nina kepada petani.

“Sudah dipetakan dan dilakukan antisipasi. Terlebih lagi Kabupaten Sukoharjo menjadi daerah lumbung pangan lokal dan nasional. Jadi petani tetap diharapkan bisa maksimal panen padi,” lanjutnya.

Netty menjelaskan, pada posisi sekarang banyak petani bersiap menghadapi MT I Padi. Sesuai perhitungan untuk panen padi mereka tidak terlalu merasakan dampaknya. Sebab fenomena alam La Nina berupa peningkatan curah hujan kemungkinan baru terjadi pada periode Desember 2020 dan Januari-Februari 2021. Dalam rentang waktu tiga bulan tersebut kemungkinan tanaman padi petani sudah bersiap panen setelah tanam pada Oktober-November.

“Petani sudah diminta menanam padi dengan varietas unggul sepert memiliki akar kuat agar tidak mudah roboh saat terkena angin kencang dan banjir. Itu juga salah satu antisipasi menghadapi bencana alam saat musim hujan,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI